Tautan-tautan Akses

AS

AS Diperkirakan Lolos dari Pertikaian Batas Pagu Utang


Amerika

Amerika

Amerika tampaknya akan dapat menghindari pertikaian menit-menit terakhir terkait peningkatan batas pagu utang.

Ketua DPR dari Partai Republik, John Boehner hari Selasa mengatakan ia akan mengijinkan pemungutan suara mengenai peningkatan pagu utang Amerika di atas batas 17,3 trilyun dolar sekarang ini tanpa mengaitkannya dengan syarat-syarat anggaran baru.

Wewenang pemerintah untuk mengambil pinjaman akan berakhir pada akhir Februari membuat Amerika terancam tidak punya dana untuk membayar hutang-hutangnya.

Boehner sebelumnya berharap untuk memperpanjang kewenangan itu selama setahun sambil membatalkan pengurangan tunjangan biaya hidup bagi pensiunan militer. Tapi ia mengakui tidak ada cukup suara dari fraksi Republik guna memperpanjang kewenangan pinjaman itu. Boehner menyalahkan Presiden Barack Obama seorang Demokrat, karena menolak merundingkan pemangkasan anggaran baru.

Boehner mengatakan fraksi Republik akan memberikan suara minimum di DPR bersama sejumlah besar anggota fraksi Demokrat untuk menyetujui kenaikan kewenangan meminjam itu.

Partai Demokrat yang menguasai Senat Amerika tampaknya juga akan menyetujui peningkatan pagu utang itu dan menyerahkannya kepada Presiden Obama untuk ditandatangani.

Presiden Obama sering mengatakan ia tidak akan mau merundingkan peningkatan kewenangan meminjam Amerika. Ia mengatakan Amerika harus meminjam lebih banyak untuk membayar anggaran yang sudah disetujui oleh Kongres, sementara penentangnya di Kongres ingin memberlakukan pemangkasan anggaran sebagai imbalan menaikkan kewenangan peminjaman itu.

Selama lima tahun masa kepresidenannya, ancaman penunggakan utang telah sering menyebabkan Presiden Obama dan anggota DPR terlibat dalam perundingan menit-menit terakhir. Bulan Oktober lalu, perselisihan mengenai anggaran dan utang menyebabkan penutupan sebagian operasi pemerintah selama 16 hari.
XS
SM
MD
LG