Tautan-tautan Akses

AS Didesak Gunakan 'Kekuatan Lunak' di Somalia


Menlu AS John Kerry bertemu Presiden Hassan Sheikh Mohamud saat kunjungan ke Mogadishu, Somalia, 5 Mei tahun 2015 (foto: dok).

Menlu AS John Kerry bertemu Presiden Hassan Sheikh Mohamud saat kunjungan ke Mogadishu, Somalia, 5 Mei tahun 2015 (foto: dok).

Abukar Arman, mantan utusan khusus Somalia untuk Washington, hari Rabu (329/6) mengatakan pemerintah AS lemah dalam menggunakan 'kekuatan lunak' (soft power).

Amerika Serikat harus mengupayakan pendekatan berbeda dalam membantu menstabilkan Somalia, menyusul pengangkatan duta besar pertama Amerika untuk Somalia dalam kurun 25 tahun lebih, kata seorang mantan diplomat Somalia dan analis kebijakan luar negeri terkemuka.

Abukar Arman, mantan Utusan Khusus Somalia untuk Washington, hari Rabu (329/6) mengatakan Amerika Serikat lemah dalam menggunakan “kekuatan lunak” dalam upaya-upayanya mendukung pemerintah mencapai stabilitas politik dan keamanan.

Arman mengatakan, jika duta besar yang baru ke sana dengan pendekatan diplomatik seperti sekarang ini, ia akan gagal. Hal tersebut tidak akan menguntungkan Amerika maupun Somalia, lanjutnya.

Arman mengatakan penunjukan Stephen Schwartz sebagai duta besar untuk Somalia bersejarah, tetapi ia mengatakan duta besar yang baru harus menggunakan peluang ini untuk menganjurkan pembukaan kembali rekening-rekening pengiriman uang di Amerika Serikat.

Bank-bank khawatir uang tersebut mungkin jatuh ke pihak yang salah. Tetapi ia mempertanyakan mana yang lebih berisiko jika uang tersebut tidak berada di bank melainkan di tangan pribadi.

Masalah pengiriman uang itu diangkat oleh anggota Kongres Keith Ellison dan Tom Emmer, ketua bersama Kaukus Somalia di Kongres. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG