Tautan-tautan Akses

AS Desak Rusia agar Tak Tingkatkan Peran Militer di Suriah


Ben Rhodes, deputi penasihat keamanan nasional Amerika bagi Presiden Barack Obama (foto: dok).

Ben Rhodes, deputi penasihat keamanan nasional Amerika bagi Presiden Barack Obama (foto: dok).

Pejabat AS menyatakan prihatin terkait laporan bahwa Rusia mengerahkan lebih banyak perlengkapan dan personel militer ke Suriah.

Amerika menyatakan prihatin terkait laporan bahwa Rusia mengerahkan lebih banyak perlengkapan dan personel militer ke Suriah, sementara pejabat tertinggi NATO menyatakan gencatan senjata masih merupakan kesempatan terbaik untuk mengupayakan solusi damai bagi krisis di sana.

“Rusia tidak boleh mengerahkan peralatan atau personel militer tambahan ke Suriah,” kata Ben Rhodes, deputi penasihat keamanan nasional Amerika bagi Presiden Barack Obama.

“Kami yakin bahwa upaya-upaya terbaik kita adalah berfokus pada mendukung proses diplomatik,” tambahnya.

Para pejabat pertahanan dan intelijen Amerika menyatakan Rusia terus menerus meningkatkan keberadaannya di sekitar kota penting di Suriah Utara, Aleppo, menjelang upaya baru yang dilakukan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sebelumnya pekan ini, dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putih, Presiden Obama menekankan pentingnya semua pihak untuk mewujudkan komitmen-komitmen yang dibuat sewaktu gencatan senjata disepakati.

Rusia Maret lalu mengumumkan menarik sebagian pasukan militernya dari Suriah. Namun Sekjen NATO Jens Stoltenberg Kamis mengatakan Rusia “mempertahankan kehadiran militer yang cukup besar” untuk mendukung pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Stoltenberg, yang berbicara hari Kamis di Ankara, mengatakan, meskipungencatan senjata selama hampir dua bulan di Suriah masih goyah, ini masih merupakan peluang terbaik untuk mengupayakan solusi damai bagi krisis di negara tersebut.

Gencatan senjata antara pasukan propemerintah dan pejuang oposisi mulai berlaku pada akhir Februari, dan dianggap luas mampu mengurangi dengan tajam pertempuran di Suriah. Tetapi kedua pihak telah melaporkan sejumlah pelanggaran, termasuk meningkatnya pertempuran dalam beberapa pekan belakangan.

Stoltenberg, yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, menyambut keikutsertaan Turki dalam upaya-upaya internasional untuk menaklukkan kelompok militan ISIS, termasuk dengan mengizinkan Pangkalan Udara Incirlik, Turki, digunakan oleh koalisi pimpinan Amerika yang melancarkan serangan udara terhadap militan. Pesawat-pesawat tempur Turki ambil bagian dalam serangan udara di Turki, tetapi tidak di Irak. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG