Tautan-tautan Akses

AS

Washington Desak Iran Lebih Transparan soal Kasus Wartawan AS


Jason Rezaian, wartawan harian Washington Post, diadili di Iran atas beberapa dakwaan, termasuk melakukan tindakan mata-mata (foto: dok).

Jason Rezaian, wartawan harian Washington Post, diadili di Iran atas beberapa dakwaan, termasuk melakukan tindakan mata-mata (foto: dok).

Pemerintah AS menekan Iran untuk memberikan informasi lebih banyak tentang Jason Rezaian, wartawan harian AS, Washington Post, yang diadili hari Selasa (26/5) atas beberapa dakwaan, termasuk melakukan tindakan mata-mata.

Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika, para aktivis HAM, dan keluarga Rezaian telah menyatakan keprihatinan atas tidak adanya transparansi dalam kasus wartawan AS Jason Rezaian ini.

Ali Rezaian mengatakan, kakaknya Jason – yang ditangkap dan ditahan sejak bulan Juli 2014 lalu – menghadapi beberapa tuduhan melakukan kegiatan mata-mata, propaganda menentang pemerintah Iran, berkolaborasi dengan negara-negara yang bermusuhan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan “menyamar” sebagai wartawan.

Keluarga Rezaian tidak bisa banyak berhubungan dengan Jason sejak ia ditangkap. Ibu dan kakak iparnya berada di luar gedung pengadilan di Teheran.

“Mereka duduk di luar pengadilan, dengan harapan bisa melihat Jason, tetapi mereka tidak bisa masuk ke dalam. Mereka tidak bisa melihat Jason. Mereka berada di sana selama 5-6 jam,” kata Ali.

Wartawan AS keturunan Iran, Jason Rezaian bersama istrinya, Yeganeh Salehi (foto: dok).

Wartawan AS keturunan Iran, Jason Rezaian bersama istrinya, Yeganeh Salehi (foto: dok).

Media pemerintah Iran mengatakan Jason Rezaian dan dua tersangka lainnya diadili dalam sidang pengadilan tertutup. Istri Rezaian – yang juga wartawan – juga ditangkap tahun lalu bersama orang ketiga.

Ali Rezaian mengatakan kakaknya ingin menyampaikan kisah penangkapan dan tuduhan itu menurut versinya.​

“Jason selalu mengatakan bahwa ia bertekad akan melakukan pembelaan YANG kuat untuk mengatakan kepada semua pihak bahwa ia tidak bersalah dan memastikan agar orang tahu bahwa tuduhan yang dikenakan terhadapnya tidak berdasar,” tambah Ali.

Pemerintah Iran tidak memegang janjinya untuk melangsungkan proses pengadilan yang terbuka, ujar Jason Stern dari Komite Perlindungan Wartawan.​

“Pemerintah Iran mengatakan mereka tidak akan mengijinkan pers meliput jalannya sidang pengadilan secara bebas. Mereka tidak mengijinkan pengamat independen mengikuti sidang pengadilan. Mereka bahkan tidak mengijinkan suratkabar Washington Post mengamati sidang pengadilan itu. Itu semua membuat kami mempertanyakan, apa yang sesungguhnya mereka sembunyikan?,” tanya Stern.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jeff Rathke mengatakan pemerintah Amerika juga menyerukan agar pengadilan Rezaian dilakukan secara terbuka, tetapi menegaskan pernyataannya sejak awal bahwa Rezaian seharusnya tidak diadili.

“Kami terus mendesak agar tuntutan-tuntutan absurd itu segera dicabut dan Jason segera dibebaskan,” kata Rathke.

Belum ada kabar kapan sidang Rezaian yang berikutnya. Kakaknya – Ali – mengatakan keluarga memperkirakan sidang akan berlangsung antara dua hingga tiga hari.

XS
SM
MD
LG