Tautan-tautan Akses

AS dan Sekutu Setuju Tingkatkan Serangan atas ISIS


Menhan AS Ash Carter (kiri) dan Menhan Perancis Jean-Yves Le Drian dalam konferensi pers bersama usai pertemuan di Paris, Rabu (20/1).

Menhan AS Ash Carter (kiri) dan Menhan Perancis Jean-Yves Le Drian dalam konferensi pers bersama usai pertemuan di Paris, Rabu (20/1).

Menhan AS dan enam negara sekutu hari Rabu (20/1) setuju untuk meningkatkan kampanye militer mereka terhadap ISIS dalam pertemuan di Paris.

Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter dan enam menteri pertahanan negara sekutu di Paris hari Rabu setuju untuk meningkatkan kampanye militer mereka terhadap ISIS.

"Kami sepakat bahwa kami semua harus berbuat lebih banyak," kata Carter, yang mengemukakan bahwa fokusnya adalah merebut kembali kota-kota utama yang dikuasai ISIS.

Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian setuju dengan Menteri Carter bahwa ini adalah waktunya untuk mengintensifkan usaha menghancurkan militan.

"Karena Daesh (singkatan dalam bahasa Arab untuk ISIS) mundur dan kami telah berhasil merusak sumber-sumber mereka di darat, ini adalah saat untuk meningkatkan kekuatan bersama kita dengan strategi militer yang koheren."

Pasukan Irak yang didukung oleh serangan udara koalisi Amerika mengusir ISIS dari kota Ramadi bulan lalu. Serangan udara lainnya telah menghancurkan truk-truk pengangkut minyak ekstrimis, sumber utama penghasilan ISIS.

Pemimpin lainnya yang hadir dalam pertemuan hari Rabu adalah menteri pertahanan dari Australia, Inggris, Jerman, Italia, dan Belanda.

Juga hari Rabu, Menteri Carter mengumumkan bahwa 26 menteri akan bertemu di Brussels awal bulan depan untuk membicarakan operasi militer terhadap ISIS.

"Setiap negara harus siap membahas kontribusi lebih lanjut pada perang ini, dan saya tidak akan ragu melibatkan diri dan menantang anggota saat ini dan calon anggota koalisi selagi kita terus melangkah maju," kata Carter.

Dia juga menyoroti pentingnya mengajak mitra-mitra Arab di wilayah itu yang bisa memberikan "kontribusi besar" untuk usaha koalisi di Irak dan Suriah.

Pengritik kebijakan Amerika terhadap ISIS, termasuk banyak anggota Kongres Amerika, mengeluh bahwa pemerintahan Obama lemah dan tidak memusatkan perhatian dalam memerangi teroris.

Beberapa anggota Kongres Amerika telah mengusulkan untuk menempatkan pasukan Amerika kembali di Irak, tetapi Presiden Barack Obama mengatakan, itu tidak akan terjadi. [sp/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG