Tautan-tautan Akses

AS dan Afrika Selatan Setujui Pencairan Asset Libya


Suasana ibukota Tripoli (23/8). Asset Libya sangat diperlukan untuk menyediakan bahan bakar, pangan, air bersih dan pelayanan penting lain.

Suasana ibukota Tripoli (23/8). Asset Libya sangat diperlukan untuk menyediakan bahan bakar, pangan, air bersih dan pelayanan penting lain.

Kedua negara telah mencapai persetujuan untuk mengizinkan pencairan 1,5 milyar dolar asset Libya yang dibekukan.

Amerika Serikat dan Afrika Selatan kabarnya telah mencapai persetujuan untuk mengizinkan pencairan 1,5 milyar dolar asset Libya, yang akan digunakan oleh dewan oposisi negara itu untuk bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Asset tersebut selama ini dibekukan berdasarkan sanksi PBB terhadap pemerintahan Moammar Gaddafi. Tetapi, para pejabat Amerika mengatakan hari Kamis dana tersebut sangat dibutuhkan untuk menyediakan bahan bakar, pangan, air bersih dan pelayanan penting lain bagi penduduk Libya.

Para diplomat di PBB mengatakan tindakan mencairkan dana tersebut disahkan setelah perundingan dalam komite sanksi Libya Dewan Keamanan PBB. Afrika Selatan hari Rabu menyatakan keraguan akan pembebasan dana itu, karena khawatir dana tersebut jatuh ke tangan yang salah.

Untuk memperoleh persetujuan Afrika Selatan, Washington setuju mengubah bunyi persetujuan tersebut. Persetujuan itu tidak lagi menyebut bahwa dana diserahkan kepada Dewan Transisi Nasional oposisi, melainkan untuk apa yang disebut “pihak-pihak yang relevan” di Libya.

Para pejabat Amerika mengatakan dana tersebut akan sampai ke tangan Dewan Transisi atau TNC dalam beberapa hari.

Di Washington, sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan bahwa walaupun keadaan di Libya tetap rawan, sudah jelas bahwa zaman Gaddafi sedang berakhir, dan membuka jalan bagi zaman baru kebebasan, keadilan dan perdamaian.

XS
SM
MD
LG