Tautan-tautan Akses

AS

AS, China Bertemu untuk Bahas Sengketa Dunia Maya


Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Senin (8/7) menjelaskan tujuan pertemuan AS-China untuk membahas sengketa dunia maya (foto: dok).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Senin (8/7) menjelaskan tujuan pertemuan AS-China untuk membahas sengketa dunia maya (foto: dok).

Para pejabat Amerika dan China dari kelompok kerja keamanan dunia maya bertemu di Washington hari Senin (8/7).

Amerika dan China telah membuka pertemuan pertama komite untuk meredakan sengketa keamanan di dunia maya yang telah menjadi kendala utama dalam hubungan antara kedua negara kuat di dunia itu.

Para pejabat Amerika dan China dari kelompok kerja keamanan dunia maya bertemu di Washington hari Senin. Mereka ingin membuat kemajuan sebelum para menteri senior dari kedua pihak mengadakan pembicaraan keamanan dan ekonomi di ibukota Amerika hari Rabu dan Kamis.

Amerika dan China bulan April sepakat untuk memulai dialog keamanan di dunia maya ini.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Senin mengatakan pertemuan itu memiliki beberapa tujuan:

“Kami harap pertemuan ini akan memungkinkan kedua pihak berbagi pendapat soal hukum dan norma internasional dalam dunia maya, menyuarakan keprihatinan, mengembangkan proses bagi kerjasama di masa depan, dan menyusun dialog kerja sama bilateral yang konstruktif di masa depan,” kata Psaki.

Pemerintahan Obama menuduh China terlibat dalam kampanye peretasan internet untuk mencuri rahasia dari lembaga-lembaga pemerintah dan bisnis Amerika demi keuntungan ekonomi.

China sejak lama mengeluh bahwa mereka merupakan korban serangan dunia maya dari Amerika dan di negara-negara lain. Para pejabat China telah menyoroti pembocoran baru-baru ini oleh mantan kontraktor intelijen Amerika Edward Snowden untuk memperkuat keluhan mereka.

Snowden memberitahu beberapa surat kabar bulan lalu bahwa Amerika telah meretas lalu lintas Internet di China dan daerah otonominya, Hong Kong, selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan data intelijen.

Presiden Amerika Barack Obama menegaskan ada perbedaan antara kegiatan pengumpulan data intelijen yang dilakukan banyak negara dan mencuri rahasia dagang demi keuntungan komersial.
XS
SM
MD
LG