Tautan-tautan Akses

AS Buka Pusat Informasi Pendidikan Tinggi di Bali


Konselor Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia Mary Ellen Countrymen (kiri) dan pendiri Stikes Bina Usada, Ketut Putra Suartana di Bali. (VOA/Muliarta)

Konselor Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia Mary Ellen Countrymen (kiri) dan pendiri Stikes Bina Usada, Ketut Putra Suartana di Bali. (VOA/Muliarta)

Pusat Informasi Pendidikan Tinggi ini diharapkan dapat menjaring lebih banyak pelajar Indonesia yang akan belajar di universitas-universitas di AS.

Dalam upaya meningkatkan jumlah pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikannya ke universitas-universitas di Amerika Serikat, pemerintah AS membuka Pusat Informasi Pendidikan Tinggi di Bali.

Bertempat di gedung Stikes Bina Usada Badung, pusat informasi ini menyediakan informasi dan konsultasi gratis kepada pelajar dan orangtuanya, khususnya mengenai pemilihan perguruan tinggi, biaya pendidikan, pengurusan visa hingga biaya hidup di Amerika.

Konselor Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Mary Ellen Countryman mengatakan pada Jumat pagi (25/10), bahwa dengan pembukaan kantor tersebut, diharapkan semakin banyak pelajar Indonesia khususnya Bali yang belajar ke Amerika.

“Setiap tahun kira-kira 2.000 mahasiswa baru pergi ke Amerika, dan sekarang saat ini sudah belajar di Amerika hampir 8.000 orang. Beberapa untuk belajar bahasa Inggris, dan beberapa lagi untuk program S1 dan S2,” ujarnya.

Countryman menyebutkan bahwa kantor serupa telah dibuka di beberapa daerah seperti Jakarta, Surabaya, Malang dan Medan. Bali dipilih menjadi karena tempat ini merupakan tujuan wisata yang cukup banyak didatangi wisatawan dari berbagai negara, dan Bali memiliki peran yang strategis dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia.

Salah satu pendiri Stikes Bina Usada, Ketut Putra Suartana berharap, dengan adanya Pusat Informasi Pendidikan Tinggi Amerika di Bali maka semakin banyak pemuda Bali yang berkesempatan belajar ke Amerika

“Dan ini juga akan sangat bermanfaat sekali membantu pemerintah daerah untuk bisa memperlancar pendidikan dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Bali ini. Belajar di luar negeri selain memperdalam bahasa Inggris juga kualitas lembaga pendidikan tentu lebih maju,” ujarnya.

Sementara salah satu Tokoh Masyarakat Bali Gusti Kade Sutawa berharap pembukaan Pusat Informasi Pendidikan Tinggi Amerika menjadi salah satu pemicu bagi pemuda Bali untuk meningkatkan pendidikan, selain akan menguntungkan Bali dari segi promosi.

“Kita bisa lebih di promosikan bukan hanya sebagai destinasi pariwisata tetapi juga destinasi pendidikan, walaupun ini sebenarnya bukan hanya mewakili Bali tetapi daerah timur ini, tetapi kita bangga karena dipilihnya disini bukan pulau lain,” ujarnya.

Jaringan pusat informasi pendidikan tinggi Amerika Serikat telah tersebar di 170 negara. Khusus di Indonesia, para pelajar dan orang tua siswa di Indonesia tidak saja dapat memperoleh informasi dan konsultasi pendidikan tinggi di Amerika melalui Pusat Informasi Pendidikan Tinggi tetapi juga dapat melalui Pusat Kebudayaan Amerika yang tersebar di 12 lokasi di seluruh Indonesia, sampai ke Ambon dan Papua.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG