Tautan-tautan Akses

AS Berusaha Cegah Serangan Teror Jelang Libur Akhir Tahun


Penasehat tertinggi untuk urusan kontraterorisme di Gedung Putih, John Brennan menyampaikan briefing kepada Presiden Obama (foto: dok).

Penasehat tertinggi untuk urusan kontraterorisme di Gedung Putih, John Brennan menyampaikan briefing kepada Presiden Obama (foto: dok).

Tahun lalu, seorang pemuda Nigeria berupaya meledakkan sebuah pesawat menuju Amerika pada Hari Natal, dengan bahan peledak yang disembunyikan di pakaian dalamnya.

Penasehat tertinggi untuk urusan kontraterorisme di Gedung Putih, John Brennan, mengatakan inteljen Amerika dan badan-badan penegak hukum kini mengerahkan segala cara untuk mencegah serangan teror menjelang musim libur akhir tahun.

John Brennan mengatakan Amerika tidak melihat ancaman kredibel terhadap negara ini, tetapi menambahkan bahwa pihak berwenang kini bekerja tanpa henti untuk mencegah apapun terjadi pada warga Amerika, baik di dalam maupun luar negeri, saat mereka merayakan Natal dan Tahun Baru.

John Brennan memberitahu para wartawan, Rabu, bahwa badan-badan inteljen Amerika akan berupaya semaksimal mungkin untuk menggagalkan rencana Al-Qaida dan kelompok teroris lainnya, sebelum mereka dapat melancarkan serangan. Ia mengatakan kemampuan para teroris untuk melatih dan memindahkan orang-orang mereka untuk melancarkan serangan berskala besar, telah semakin berkurang karena upaya anti-terorisme yang intensif.

Tahun lalu seorang pemuda Nigeria berupaya meledakkan sebuah pesawat menuju Amerika pada Hari Natal, dengan bahan peledak yang disembunyikan di pakaian dalamnya.

Awal pekan ini, media Amerika melaporkan salah satu kelompok terkait Al-Qaida berencana meracuni persediaan pangan Amerika.

Laporan-laporan mengatakan kelompok Al-Qaida di Semenanjung Arab yang berbasis di Yaman, berencana meletakkan zat kimia mematikan seperti risin dan sianida di berbagai salad bar dan rumah makan prasmanan di sejumlah hotel dan restoran Amerika.

Namun demikian para pejabat kontraterorisme Amerika tidak membesar-besarkan ancaman itu, dengan mengatakan hal tersebut lebih merupakan diskusi siasat dan bukan rencana nyata.

XS
SM
MD
LG