Tautan-tautan Akses

AS

AS Berkabung atas Tewasnya Sandera ISIS Kayla Mueller


Seorang warga AS, Laura Spaeth memanjatkan doa di sebuah tempat peringatan bagi Kayla Mueller di kota Prescott, Arizona, Selasa (10/2).

Seorang warga AS, Laura Spaeth memanjatkan doa di sebuah tempat peringatan bagi Kayla Mueller di kota Prescott, Arizona, Selasa (10/2).

Amerika berkabung atas tewasnya seorang perempuan pekerja kemanusiaan Kayla Mueller yang masih belia, yang dibunuh di Suriah, di mana dia ditawan oleh militan Negara Islam (ISIS).

Keluarga dan kerabat Kayla Mueller memuji keberanian dan idealismenya, setelah kematiannya resmi dikukuhkan pada hari Selasa (10/2).

Hampir setiap hari, warga di kota asal Kayla Mueller, kota Prescott di negara bagian Arizona, berdoa agar dirinya kembali pulang dengan selamat. Ada harapan dia mungkin masih hidup, meskipun penculiknya mengklaim ia tewas minggu lalu dalam serangan udara Yordania terhadap lokasi Negara Islam di Suriah.

Harapan itu sirna hari Selasa. Pada akhir pekan, orangtua Kayla menerima pesan pribadi dari penculiknya, kelompok ISIS, dengan informasi tambahan tentang kematiannya.

Orangtua Mueller juga mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan kesedihan mereka.

Seorang teman keluarga dan juga aktivis perdamaian yang bekerja dengan Mueller di Universitas Arizona mengagumi semangatnya.

“Beberapa orang mengatakan kepada kami bahwa Kayla mencoba mengajar penjaga-penjaga membuat origami – membuat burung kertas kecil lambang perdamaian, dan mereka saling bertukar cerita, menyanyi dan mereka mencoba berolahraga di ruangan yang kecil di mana Kayla berdiri dengan kepala di bawah. Dan kami yang mengenalnya, tahu ia memiliki jiwa yang bebas – yang menyenangkan. Bahwa Kayla tetap Kayla,” kata Kathleen Day.

Pekerja kemanusiaan AS yang tewas di Suriah, Kayla Jean Mueller (foto: courtesy).

Pekerja kemanusiaan AS yang tewas di Suriah, Kayla Jean Mueller (foto: courtesy).

Kayla Mueller adalah orang Amerika keempat yang diculik oleh Negara Islam. Keempat-empatnya telah tewas. Ibu dari wartawan James Foley, yang dipenggal oleh militan tahun lalu, mengkritik pemerintahan Obama yang katanya, kurang berikhtiar untuk menyelamatkan hidup mereka.

Presiden Barack Obama mengatakan ia telah memerintahkan operasi keseluruhan dengan risiko besar untuk menyelamatkan sandera, tetapi mereka terlambat satu atau dua hari. Obama memuji semangat Mueller.

”Semakin banyak orang mengenalnya, semakin mereka menghargai apa yang ia perjuangkan dan bagaimana ia sangat berbeda dari kelompok barbar yang menawanan dirinya," ujar Obama.

Obama menekankan bahwa Amerika Serikat tidak membayar uang tebusan sebagai imbalan pembebasan sandera karena hal seperti itu akan mendorong kelompok-kelompok teroris menarget lebih banyak orang Amerika untuk dijadikan sasaran penculikan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG