Tautan-tautan Akses

AS, Benin Teken Kontrak Pembangunan Listrik $375 Juta


Wakil Presiden AS Joe Biden (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Benin Thomas Boni Yayi di Gedung Putih (9/9). (AP/Evan Vucci)

Wakil Presiden AS Joe Biden (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Benin Thomas Boni Yayi di Gedung Putih (9/9). (AP/Evan Vucci)

Persetujuan itu memajukan sasaran program Power Africa untuk meningkatkan akses untuk listrik murah, mengurangi kemiskinan dan menanam modal dalam energi yang terbarukan.

Para pejabat dari Amerika Serikat dan Benin telah menandatangani perjanjian senilai US$375 juta untuk menanam modal dalam sektor listrik di negara Afrika itu.

Wakil Presiden AS Joe Biden bersama Presiden Benin, Thomas Boni Yayi di Gedung Putih, Rabu (9/9), menyaksikan penandatanganan oleh para pejabat terkait dalam persetujuan Millennium Challenge Corporation Compact selama lima tahun. Persetujuan itu akan membantu mendanai penyaluran listrik, penyediaan listrik di daerah-daerah terpencil, pengawasan dan reformasi kebijakan.

Biden mengatakan persetujuan itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan bahwa “memberi orang harapan kadang-kadang lebih besar dampaknya daripada memberi mereka pertolongan.”

Millennium Challenge Corporation, badan bantuan luar negeri Amerika , memperkirakan 9,8 juta orang akan menerima manfaat dari perjanjian Benin itu dalam 20 tahun mendatang.

Persetujuan itu memajukan sasaran program Power Africa untuk meningkatkan akses untuk listrik murah, mengurangi kemiskinan dan menanam modal dalam energi yang terbarukan.

Presiden Barack Obama meluncurkan program itu tahun 2013 untuk melipatgandakan akses listrik di Afrika Sub-Sahara, tempat lebih dari 600 juta orang tidak mendapat aliran listrik.

XS
SM
MD
LG