Tautan-tautan Akses

AS

AS Belum Putuskan Opsi Militer di Suriah


Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan aksi militer bukan satu-satunya opsi AS di Suriah (25/8).

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan aksi militer bukan satu-satunya opsi AS di Suriah (25/8).

Presiden Barack Obama belum membuat keputusan apapun untuk mengupayakan opsi militer di Suriah terhadap ekstrimis Negara Islam ISIS.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest hari Senin (25/8) mengatakan, sementara Amerika serius menghadapi ancaman ISIS, serangan militer bukan "satu-satunya alat yang tersedia." Ia menambahkan, satu-satunya solusi berkelanjutan itu akan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah Irak yang efektif dan inklusif. Earnest mengatakan, sekarang ini tidak ada bukti ISIS berencana menyerang Amerika.

Sebelumnya hari Senin, Suriah menyatakan bersedia bekerja sama dengan komunitas internasional, termasuk Amerika dan Inggris, untuk melawan militan ISIS di dalam wilayah Suriah, tetapi memperingatkan bahwa setiap serangan hanya boleh dilakukan setelah berkoordinasi dengan Suriah.

Amerika sudah melakukan serangan udara yang luas dengan jet- jet tempur dan pesawat tanpa awak terhadap pejuang ISIS di Irak utara. Serangan-serangan itu membantu tentara Kurdi merebut kembali bendungan Mosul, yang memasok listrik dan irigasi bagi wilayah besar Irak. Akhir pekan lalu, setelah seorang wartawan Amerika dipenggal militan, Amerika mengatakan sedang mempertimbangkan memperluas operasinya untuk menyerang posisi ISIS di Suriah.

Menteri Luar Negeri Walid al-Moallem hari Senin mengatakan, Suriah siap membantu menegakkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disetujui awal bulan ini untuk memotong pendanaan dan aliran pejuang asing ke ISIS dan afiliasi al-Qaida di Suriah, fron al-Nusra. Tetapi tidak ada tanda bahwa Amerika meredakan oposisinya terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang tetap berkuasa selama tiga tahun pertempuran melawan pemberontak, termasuk militan ISIS, yang berusaha menggulingkannya.

XS
SM
MD
LG