Tautan-tautan Akses

AS

AS Bebaskan Perusahaan Teknologi untuk Berikan Data Pengintaian


Ruang jaringan kampus pada pusat data di Council Bluffs, Iowa. (Foto: Dok)

Ruang jaringan kampus pada pusat data di Council Bluffs, Iowa. (Foto: Dok)

Perusahaan-perusahaan teknologi telah dilarang membuka bahkan mengenai jumlah perintah yang diterima dari Pengadilan Pengintaian Intelijen Luar Negeri AS.

Perusahaan-perusahaan teknologi boleh memberikan publik dan para pelanggan mengenai rincian perintah pengadilan yang mereka terima terkait pengintaian di bawah kesepakatan yang dicapai Senin (27/1) dengan pemerintahan Barack Obama.

Perusahaan-perusahaan seperti Google Inc. dan Microsoft Corp. telah dilarang membuka bahkan mengenai jumlah perintah yang diterima dari Pengadilan Pengintaian Intelijen Luar Negeri AS. Mereka hanya boleh memberikan jumlah agregat dari permintaan AS yang menggabungkan perintah pengadilan pengintaian gabungan, surat-surat dari FBI, panggilan pengadilan dalam kasus-kasus pengadilan dan permintaan-permintaan lainnya.

Kesepakatan itu membebaskan perusahaan-perusahaan itu untuk mengatakan, misalnya, berapa banyak kira-kira perintah yang diterima dalam periode enam bulan dari pengadilan pengintaian.

Apple Inc. dengan segera memanfaatkan kesepakatan itu untuk mengungkapkan bahwa mereka telah menerima kurang dari 250 permintaan terkait keamanan nasional dalam enam bulan pertama 2013, jumlah yang sebelumnya dilarang dikemukakan dan bahwa jumlah itu "relatif terhadap ratusan juta akun yang terdaftar dengan Apple."

Perusahaan-perusahaan teknologi telah mencoba mengklarifikasi hubungan mereka dengan penegak hukum dan badan-badan mata-mata AS sejak Juni, ketika kebocoran pada media oleh mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Edward Snowden mulai memperlihatkan kedalaman dari kemampuan pengintaian AS.

Pemerintahan Obama khawatir pengungkapan data yang diyakini dapat membantu terduga militan di negara-negara lain menghindari pengintaian. (Reuters).
XS
SM
MD
LG