Tautan-tautan Akses

AS

AS akan Bebaskan Mata-mata Israel dari Penjara


Warga Israel melakukan unjuk rasa menuntut pembebasan Jonathan Pollard (foto: dok).

Warga Israel melakukan unjuk rasa menuntut pembebasan Jonathan Pollard (foto: dok).

PM Israel Benjamin Netanyahu telah meminta Amerika untuk mengizinkan Jonathan Pollard (61 tahun), mantan analis di Angkatan Laut AS, segera pindah ke Israel.

Mata-mata Israel Jonathan Pollard dijadwalkan dibebaskan dari penjara Amerika hari Jumat, tetapi ia belum bisa mendapatkan keinginannya pindah ke Israel.

Pollard, usia 61 tahun, mantan analis sipil Investigative Service Angkatan Laut Amerika, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun 1987 setelah mengaku bersalah menjual informasi rahasia kepada Israel.

Ia diperkirakan menetap di daerah New York sambil menjalani pembebasan bersyarat setidaknya lima tahun ke depan. Ia akan dilarang pergi ke luar negeri, termasuk ke Israel, tanpa izin.

Departemen Kehakiman dan pengacara Pollard sejauh ini sama-sama menolak membahas rincian pembebasan bersyaratnya.

Koran pro-pemerintah, Israel Hayom, hari Kamis (19/11) melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta Amerika mengizinkan Pollard segera pindah ke Israel. Pollard telah diberi kewarganegaraan Israel ketika mendekam dalam penjara.

Dua anggota Kongres New York, Eliot Engel dan Jerrold Nadler, juga telah menulis kepada Jaksa Agung Amerika Loretta Lynch. Menurut mereka, Pollard seharusnya diizinkan melepas kewarganegaraan Amerika-nya dan beremigrasi ke Israel. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG