Tautan-tautan Akses

4 Polisi Yordania Ditahan Terkait Kekerasan terhadap Aksi Protes


Aksi protes setelah shalat Jumat yang berakhir dengan bentrokan antara polisi dan demonstran di ibukota Amman (15/7).

Aksi protes setelah shalat Jumat yang berakhir dengan bentrokan antara polisi dan demonstran di ibukota Amman (15/7).

Empat polisi itu dianggap bertanggung jawab atas penindakan terhadap demonstran yang mengakibatkan wartawan dan warga sipil terluka.

Empat polisi Yordania ditangkap dalam kaitan dengan penindakan terhadap aksi protes yang mengakibatkan wartawan dan warga sipil terluka.

Kantor berita resmi Petra mengumumkan penangkapan itu hari Sabtu, sehari setelah polisi yang membawa pentungan menghadang demonstran anti-pemerintah di Amman. Saksi mata mengatakan sedikitnya 10 orang luka-luka dalam konfrontasi itu.

Kantor berita itu mengutip seorang pejabat keamanan mengatakan, hasil penyelidikan atas insiden itu akan diumumkan dalam 72 jam. Wartawan-wartawan Yordania telah mengecam keras serangan itu. Mereka menerbitkan sebuah artikel di surat kabar independen Al-Arab al-Yawn hari Sabtu, dengan menyebut penindakan itu “buas”.

Mereka mendesak pemerintah untuk menghukum orang-orang yang bertanggungjawab. Kerusuhan itu terjadi setelah ratusan orang Yordania turun ke jalan-jalan hari Jumat setelah ibadah shalat Jumat dan mendesak pemerintah memenuhi tuntutan mereka supaya ada perubahan.

Bulan Juni, Raja Abdullah mengumumkan sejumlah konsesi, yang dipandang sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan pemrotes. Dia mengatakan, akan melakukan reformasi yang memungkinkan pembentukan pemerintah di masa depan yang berdasar pada mayoritas dalam parlemen yang terpilih.

XS
SM
MD
LG