Tautan-tautan Akses

4 Negara Eropa Larang ‘Short-Selling’ Saham


Indeks saham di Athena, Yunani. Short selling diduga sebagai salah satu penyebab utama bergolaknya pasar saham.

Indeks saham di Athena, Yunani. Short selling diduga sebagai salah satu penyebab utama bergolaknya pasar saham.

Praktek short-selling menghasilkan laba kalau harga saham yang dijual turun, yang dituduh sebagai penyebab kerawanan atau gejolak pasar.

Perancis, Italia, Spanyol dan Belgia akan melarang penjualan “short-selling” saham, yaitu penjualan saham-pinjaman yang menarik keuntungan kalau harga saham yang dijual jatuh. Larangan ini dikenakan untuk menenangkan pasar yang bergejolak, yang diperuncing lagi oleh desas-desus mengenai hutang Eropa yang sangat besar.

Pengawas bursa Uni Eropa, ESMA, mengeluarkan pengumuman itu Kamis malam setelah pasar yang bergejolak yang disebabkan harga-harga saham bank Perancis jatuh-bangun dengan selisih yang besar.

Larangan “short-selling” dalam ke-4 negara itu akan mulai berlaku hari Jumat. Para pejabat juga memperingatkan para pedagang agar jangan menyebarkan desas-desus palsu untuk mengeruk keuntungan.

Short-selling menghasilkan laba kalau harga saham yang dijual turun. Praktek ini telah disalahkan sebagai penyebab kerawanan atau gejolak pasar.

Perkembangan itu terjadi sementara Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy berencana mengadakan pertemuan selasa depan di Paris untuk membicarakan usul memperkuat tata ekonomi dalam blok 17 negara itu yang menggunakan mata uang bersama Euro. Kedua pemimpin juga berharap akan membuat gagasan mengenai cara menghentikan gejolak yang telah mengguncang bursa-bursa saham utama di Eropa pekan ini.

XS
SM
MD
LG