Tautan-tautan Akses

Gerak Jalan 4 Kilometer untuk Tunawisma

  • Susy Tekunan

Kevin James, tunawisma penghuni taman kota Washington DC, berharap dapat segera mendapat tempat tinggal permanen lewat Pathway to Housing.

Kevin James, tunawisma penghuni taman kota Washington DC, berharap dapat segera mendapat tempat tinggal permanen lewat Pathway to Housing.

Gerakan tahunan 'Walk for the Homeless' berusaha mengumpulkan dana bagi 118 organisasi sosial mengatasi masalah tunawisma di AS.

Kevin James tersenyum ramah saat saya hampiri untuk berbincang-bincang di sebuah bangku taman di pusat kota Washington DC. Taman bernama Franklin Park ini bisa dikatakan rumah Kevin dan puluhan tunawisma lain yang setiap malam tidur di bangku-bangku taman dengan selimut abu-abu mereka. Kevin sudah tiga tahun menjadi tunawisma, menambah populasi yang terus membengkak di ibukota negara adidaya Amerika Serikat.

Kevin yang berusia hampir 60 tahun ini lulus sekolah menengah dan pernah bekerja sebagai tukang cat dan juru masak. Ia mengaku tidak bisa lagi bekerja karena tidak bisa berdiri lama akibat masalah dengan kakinya, ia berjalan timpang dengan tongkat. Kevin juga sempat tinggal dengan sepupunya yang tinggal di sekitar Washington DC, namun karena perselisihan mereka memutuskan untuk tidak lagi tinggal bersama. Salah satu masalah yang menjerumuskannya menjadi tuna wisma adalah masalah kecanduan alkohol. Mengenai hal ini ia berkata, “Saya sudah bebas sekarang, Tuhan membantu saya.”

Seorang tunawisma tidur berbalut selimut di bangku taman di pusat kota Washington DC. Setiap tahun sekitar 700 tunawisma di AS tewas akibat hipotermia.

Seorang tunawisma tidur berbalut selimut di bangku taman di pusat kota Washington DC. Setiap tahun sekitar 700 tunawisma di AS tewas akibat hipotermia.

Kevin masih perlu bantuan terlebih dengan terus turunnya suhu udara. Menurut National Coalition for the Homeless di AS, setiap tahun sekitar 700 tunawisma tewas akibat hipotermia, atau suhu bagian dalam tubuh dibawah 35˚C . Pekerja sosial dari berbagai organisasi mendorong tunawisma untuk tidur ke rumah penampungan harian namun bagi Kevin ia merasa lebih nyaman tidur di taman. “Saya tidak tahu siapa yang akan tidur disebelah saya, bisa saja ada gangguan mental atau berpenyakit. Saya tidak mau ambil resiko”, kata Kevin.

Rumah penampungan umumnya sampit dan sesak, banyak orang tidur dalam satu ruangan. Kevin punya harapan, katanya, ”Kalau rencana saya berjalan mulus, saya akan dapat tempat tinggal sebelum terlalu dingin.” Beberapa minggu lalu, seorang pekerja sosial dari organisasi Pathway to Housing menawarkan program bantuan tempat tinggal untuk Kevin.

Pathway to Housing adalah salah satu dari 118 organisasi yang akan mendapat bantuan dari gerakan tahunan “Walk for the Homeless”. Gerakan yang dikelola oleh Fannie Mae ini menarik hampir 20 ribu orang berjalan bersama sejauh 4 km untuk mengumpulkan dana dan menunjukkan solidaritas terhadap para tunawisma. Direktur Program Help the Homeless Fannie Mae, Jennifer Farland, berkata,”Isu tunawisma semakin parah dengan ekonomi yang memburuk. Kami melihat ada peningkatan jumlah peserta yang ikut berjalan tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.”

Menurut data dari organisasi Layanan Tunawisma Metropolitan Washington, jumlah tunawisma di Washington DC awal tahun 2010 mencapai hampir 12 ribu orang.

Peserta Walk for the Homeless berusaha mengumpulkan dana bagi tunawisma yang akan disalurkan lewat organisasi "Facets" di Fairfax, Virginia.

Peserta Walk for the Homeless berusaha mengumpulkan dana bagi tunawisma yang akan disalurkan lewat organisasi "Facets" di Fairfax, Virginia.

Tahun lalu, kampanye Help the Homeless program berhasil mengumpulkan 5.8 juta dolar AS yang dibagikan untuk organisasi nirlaba yang berkonsentrasi untuk mengurangi masalah tunawisma. Linda Kaufman, manager Pathway to Housing, berkata, “Uang yang dikumpulkan dari Walk for the Homeless ini dapat membantu biaya awal 10 orang tunawisma mendapat tempat tinggal permanen.”

20 November, Sabtu pagi, mendekati pukul 9 kerumunan orang berkaos putih dengan tulisan Help the Homeless 2010 memenuhi garis start untuk membantu para tunawisma dengan langkah mereka. Keluarga Meyer dari Virginia berjalan dengan 2 putri mereka yang berusia 9 dan 6 tahun. “Seharusnya tidak ada tunawisma di Amerika, kami ingin membantu usaha mengatasi masalah ini dengan ikut berjalan hari ini.” kata Ibu Meyer.

Mereka tidak tahu siapa yang akan mendapat bantuan dari uang yang mereka kumpulkan, dari sumbangan dan pendaftaran sebesar 30 dolar per satu orang dewasa dan 15 dolar untuk usia 25 tahun kebawah. Mereka percaya pihak pengelola dapat membagikan uang yang mereka sumbangkan ke tangan yang memerlukan.

Dengan kepedulian masyarakat yang tinggi dan usaha dari organisasi sosial seperti Pathway to Housing, Kevin James dan ribuan tunawisma lain mungkin dapat segera berlindung dari cuaca yang semakin membahayakan kesehatan dan nyawanya.

XS
SM
MD
LG