Tautan-tautan Akses

3 Tokoh Perempuan Terima Hadiah Nobel Perdamaian di Oslo


Penerima hadiah Nobel Perdamaian 2011, dari kiri: Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf, aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee, dan aktivis HAM Yaman Tawakkol Karman di Oslo, Norwegia (10/12).

Penerima hadiah Nobel Perdamaian 2011, dari kiri: Presiden Liberia Ellen Johnson-Sirleaf, aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee, dan aktivis HAM Yaman Tawakkol Karman di Oslo, Norwegia (10/12).

Penghargaan Nobel Perdamaian 2011 di ibukota Norwegia Sabtu (10/12) menunjukkan peran perempuan dalam proses perdamaian di negara masing-masing.

Tiga perempuan memenangkan Nobel Perdamaian 2011. Kepala negara perempuan pertama yang terpilih di Afrika Ellen Johnson Sirleaf, aktivis perdamaian Liberia Leymah Gbowee dan seorang aktivis HAM Yaman, Tawakkul Karman, diumumkan menjadi pemenang anugerah Nobel Perdamaian 2011.

Komite Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia membagi hadiah bernilai 1,5 juta dollar kepada ketiga perempuan tersebut.

“Nobel Perdamaian 2011 ini akan dibagi sama rata di antara Ellen Johnson Sirleaf, Leymah Gbowee dan Tawakkul Karman atas perjuangan tanpa kekerasan mereka bagi keamanan kaum perempuan dan hak-hak perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam upaya membangun perdamaian," kata Thorbjoern Jagland.

Presiden Sirleaf menjadi pemimpin pertama yang terpilih secara demokratis di Afrika tahun 2005, dan mendapat pujian atas upayanya mempertahankan perdamaian dan memperkuat kedudukan perempuan di Liberia.

Leyman Gbowee, juga dari Liberia, membantu mengakhiri perang saudara selama 14 tahun di negaranya dengan mendorong perempuan turut serta dalam serangakaian demonstrasi damai.

Tawakkul Karman, seorang aktivis dan wartawan di Yaman, adalah perempuan Arab pertama yang mendapat Nobel Perdamaian dan orang termuda yang mendapat hadiah ini pada usianya yang ke-32. Ia dipuji untuk perannya dalam perjuangan bagi hak-hak perempuan serta demokrasi dan perdamaian di negaranya, yang porak poranda akibat demonstrasi dan kekerasan tahun ini.

Ketiga penerima Nobel Perdamaian 2011 ini masuk daftar kelompok perempuan penerima anugerah tersebut, antara lain Ibu Teresa, seorang biarawati Katholik Roma yang memenangkan Nobel tahun 1979 karena usaha kemanusiaannya, pemimpin pro-demokrasi Birma Aung San Suu Kyi, pembela HAM Iran Shirin Ebadi dan aktivis lingkungan hidup Kenya Wangari Maathai.

Para pemenang Nobel lainnya – dalam bidang kesehatan, kimia, fisika, sastra dan ekonomi – telah dianugerahi dalam perayaan terpisah di Stockholm.

XS
SM
MD
LG