Tautan-tautan Akses

250 Ribu Orang Masih Terancam Bencana Kelaparan di Somalia

  • Gabe Joselow

Seorang perempuan Somalia menggendong dua anaknya yang mengalami kurang gizi parah bulan Agustus silam (foto:dok).

Seorang perempuan Somalia menggendong dua anaknya yang mengalami kurang gizi parah bulan Agustus silam (foto:dok).

PBB melaporkan bahwa bencana kelaparan di Somalia selatan telah reda di tiga wilayah, antara lain berkat bantuan kemanusiaan PBB . Meski mengalami kemajuan seperti itu, PBB mengingatkan bahwa hampir 250 ribu orang masih menghadapi risiko kelaparan.

Unit Analisa Gizi dan Keamanan Pangan PBB (FSNAU) dan jaringan peringatan dini bencana kelaparan Amerika, atau FEWS NET telah mengukuhkan bahwa kelaparan sudah tak ada lagi di Bay, Bakool, dan Dataran Rendah Shabelle.

Badan PBB itu mengatakan, bantuan kemanusiaan membantu upaya untuk mendapatkan makanan di daerah-daerah tersebut dan menurunkan jumlah kematian akibat kekurangan gizi.

Namun, kondisi kelaparan masih berlangsung di tiga daerah lainnya, di Shabelle Tengah, Afgooye, dan di antara warga pengungsi yang tinggal di Mogadishu.

Kelaparan adalah istilah teknis, yang mengindikasikan kekurangan pangan, kekurangan gizi dan kematian dalam tingkat tertentu.

Petugas bantuan yang bekerja di daerah itu mengingatkan bahwa, hanya karena secara teknis bencana kelaparan berkurang, ini tidak berarti orang-orang itu tidak lagi memerlukan bantuan mendesak.

Louis Belanger adalah jurubicara Oxam, sebuah organisasi bantuan yang beroperasi di Somalia selatan. Menurut Belanger, itu tidak berarti bahwa kami mundur. Itu tidak berarti tugas-tugas tidak diteruskan. Sebaliknya, saya kira masih ada sejumlah besar orang yang masih memerlukan bantuan dasar: air, tempat bernaung, obat-obatan, dan tentu saja, makanan. Jadi, bagi kami, tugas dilanjutkan dan kami berusaha meningkatkan program-program kami di seluruh Somalia Selatan di mana kami bekerja dengan mitra-mitra lokal.

Belanger mengatakan, serangan militer Kenya di Somalia selatan juga mengancam upaya bantuan dan membuat orang-orang yang mudah diserang makin jauh dari jangkauan.

Belanger berkata: “Sayangnya, serangan dan konflik baru-baru ini telah membuat kami menjadi sedikit lamban, dan kami harus menunda atau menghentikan program-pgram kami yang akan menjangkau sekitar 850 ribu orang. Jadi, agak mencemaskan …Kami berharap focus komunitas internasional adalah pada membantu rakyat Somalia, untuk memastikan bahwa mereka mendapat bantuan makanan bergizi pada waktunya.

Tentara Kenya masuk ke Somalia sekitar sebulan lalu untuk memburu militan al-Shabab karena dituduh terlibat dalam serangkaian penculikan lintas batas.

Badan-badan pemantau kelaparan PBB dan Amerika mengatakan, kelaparan tampaknya akan berkurang di daerah-daerah lain di Somalia pada akhir tahun ini.

Namun, mereka mengingatkan empat juta orang masih memerlukan bantuan darurat dalam 9 bulan ke depan. Tingkat kematian juga diperkirakan masih tinggi, khususnya anak remaja, karena terus saja menghadapi risiko kolera, campak dan penyakit-penyakit lainnya.

Jumlah kematian yang pasti belum diketahui, namun PBB mengatakan, puluhan ribu orang telah tewas di Somalia sejak April.

XS
SM
MD
LG