Tautan-tautan Akses

2 Ledakan di Damaskus Tewaskan 27 Orang


Pasukan keamanan Suriah memeriksa gedung dinas intelijen pasca serangan bom di Damaskus (17/3).

Pasukan keamanan Suriah memeriksa gedung dinas intelijen pasca serangan bom di Damaskus (17/3).

Dua ledakan dekat kantor polisi dan gedung dinas intelijen terjadi sehari sebelum tim PBB dijadwalkan memulai kunjungan ke Suriah.

Suriah menyatakan dua ledakan bom mobil di Damaskus pada hari Sabtu telah menewaskan sedikitnya 27 orang. Laporan media pemerintah menyatakan 140 orang, kebanyakan warga sipil, luka-luka akibat ledakan. Ledakan tersebut terjadi dalam selisih waktu beberapa menit di dekat sebuah kantor polisi dan gedung dinas intelijen.

Televisi pemerintah menayangkan gambar-gambar mengerikan dari lokasi itu, di mana asap membubung dari lokasi ledakan, besi-besi baja yang bengkok dan puing-puing yang tersebar di depan bangunan yang diledakkan, serta mayat para korban yang hancur.

Menteri Agama Suriah menyalahkan ekstremis Islam dan ulama Islam radikal atas kekerasan itu. "Para ulama berbicara mengenai konflik sektarian dan kebencian dan mereka bertanggung jawab atas kata-kata mereka. Tugas ulama, tidak menganjurkan konflik, tetapi menyampaikan kata-kata baik yang mengarah pada cinta kasih, belas kasihan dan pengampunan," demikian kata Mohammed Abdel Sattar Sayyid.

Aktivis oposisi Suriah, Mohammed Sawwal mengatakan kepada Televisi al-Jazeera bahwa menurutnya pemerintah Suriah sendiri berada di balik ledakan itu. Dia mengklaim bahwa pasukan keamanan mengarahkan bis-bis mini agar menjauh dari lokasi ledakan itu beberapa saat sebelum ledakan terjadi.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab, tetapi para pejabat Suriah menuduh teroris dengan mengatakan dua pembom bunuh diri meledakkan diri mereka di dekat gedung-gedung pemerintah tersebut.

Ledakan terjadi ketika sebuah tim PBB bersiap-siap memulai lawatan ke Suriah guna membahas penempatan pemantau internasional, sebagai bagian dari upaya mengurangi kekerasan maut yang dilancarkan pemerintah untuk menumpas pembangkang.

Setelah memberi taklimat di Dewan Keamanan PBB, hari Jumat, mantan Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan gejolak politik Suriah perlu ditangani secara berhati-hati guna menghindari salah perhitungan yang dapat menyebabkan eskalasi besar yang dapat berimbas ke seluruh kawasan.

XS
SM
MD
LG