Tautan-tautan Akses

12 Kali Berturut-turut, Nepal Gagal Pilih Perdana Menteri


Sebuah aksi protes oleh kelompok Maois di Kathmandu (foto: dok).
Sebuah aksi protes oleh kelompok Maois di Kathmandu (foto: dok).

Nepal tidak memiliki perdana menteri sejak 30 Juni, ketika Madhav Kumar Nepal menanggalkan posisinya di bawah tekanan Maois.

Parlemen Nepal gagal memilih perdana menteri baru untuk 12 kali berturut-turut. Negara ini tidak memiliki perdana menteri sejak tanggal 30 Juni, ketika Madhav Kumar Nepal menanggalkan posisinya di bawah tekanan Maois.

Calon tunggal, Ram Chandra Poudel dari partai Kongres Nepal Tengah, hanya memperoleh 89 suara pada hari Minggu, jauh dari mayoritas diperlukan dalam parlemen yang beranggotakan 601 kursi.

Pemimpin partai Maois, Pushpa Kamal Dahal, dikenal dengan julukan Prachanda, saat diwawancarai VOA di bulan Mei.
Pemimpin partai Maois, Pushpa Kamal Dahal, dikenal dengan julukan Prachanda, saat diwawancarai VOA di bulan Mei.

Ram Chandra Poudel tidak mendapat tandingan semenjak penarikan partai Maois, Partai Persatuan Komunis, pimpinan Pushpa Kamal Dahal.

Sebuah perjanjian damai pada tahun 2006 mengakhiri pemberontakan Maois selama satu dasawarsa dan membuka kemungkinan bagi mantan pemberontak untuk bergabung dengan pemerintah. Kelompok Maois sekarang memiliki kursi mayoritas di parlemen, tetapi tidak punya cukup kursi untuk memerintah sendiri.

Mantan Perdana Menteri Kumar Nepal saat ini masih mengawasi pemerintahan sementara.

XS
SM
MD
LG