Tautan-tautan Akses

AS

Arsip Nasional AS Temukan Laporan Kematian Presiden Lincoln


Dr.Charles Leale, dokter pertama yang menangani presiden Abraham Lincoln sesaat setelah tertembak di Ford Theater, Washington tanggal 14 April 1865 (Foto: dok).

Dr.Charles Leale, dokter pertama yang menangani presiden Abraham Lincoln sesaat setelah tertembak di Ford Theater, Washington tanggal 14 April 1865 (Foto: dok).

Para ahli sejarah di Arsip Nasional Washington telah menemukan laporan tertulis dokter pertama yang menangani Presiden Abraham Lincoln saat terluka parah.

Laporan yang sudah lama hilang itu ditemukan dalam kotak di Arsip Nasional bulan lalu setelah diisimpan sekitar 147 tahun yang lalu. Surat yang akan segera tersedia on line tersebut, memberi laporan langsung mengenai pengobatan darurat apa yang tersedia tahun 1865.

Arsip Nasional AS merilis foto-foto salinan tulisan dokter Charles A.Leale yang ditemukan oleh seorang peneliti sejarah (6/6). Leale, dokter yang menangani Presiden Lincoln pertama kali sesaat setelah tertembak di Ford Theater, Washington, menulis catatan kematian Presiden Lincoln dalam 21 halaman laporan.

Arsip Nasional AS merilis foto-foto salinan tulisan dokter Charles A.Leale yang ditemukan oleh seorang peneliti sejarah (6/6). Leale, dokter yang menangani Presiden Lincoln pertama kali sesaat setelah tertembak di Ford Theater, Washington, menulis catatan kematian Presiden Lincoln dalam 21 halaman laporan.

Dokter Angkatan Darat yang saat itu berusia 23 tahun, Charles Leale, duduk di dekat Lincoln saat menyaksikan pertunjukan “Our American Cousin” di theater Ford’s Washington tanggal 14 April tahun 1865.

Dalam laporannya, Leale menulis bahwa ia mendengar tembakan itu, melihat si pembunuh John Wilkes Booth melompat ke panggung, dan segera bergegas menuju tempat duduk presiden. Leale mengatakan ia ditemui oleh Mary Todd Lincoln yang memintanya agar melakukan apa saja yang dapat dilakukan bagi presiden yang luka itu.

Leale menulis ia menyuruh orang membawa brandy dan air, membukakan penggumpalan darah pada kepala presiden dan memasukkan jarinya pada luka Lincoln untuk memeriksanya. Ia juga membantu pernafasan presiden yang sempat berhenti bernafas dan memulai kembali denyut jantungnya. Lincoln tidak pernah sadar kembali.

Leale tetap berada di samping presiden ketika ia diangkut ke sebuah rumah di seberang theater, dimana ia meninggal dunia keesokan harinya.

Para ahli sejarah mengatakan Leale menulis laporannya untuk penyelidikan Kongres mengenai pembunuhan Lincoln.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG