Tautan-tautan Akses

Arab Saudi Lega Musim Haji Berlangsung Lancar


Jemaah haji berjalan di atas jembatan saat menuju tempat melakukan ibadah Jumrah Aqabah, atau ritual melempari setan dengan batu di Makkah (6/10). (Reuters/Muhammad Hamed)

Jemaah haji berjalan di atas jembatan saat menuju tempat melakukan ibadah Jumrah Aqabah, atau ritual melempari setan dengan batu di Makkah (6/10). (Reuters/Muhammad Hamed)

Musim haji tahun ini dibayangi kekhawatiran mengenai epidemi Ebola dan kemungkinan serangan militan, terutama setelah Arab Saudi bergabung dengan koalisi AS melawan ISIS.

Arab Saudi bernafas lega Senin (6/10) karena musim haji telah mendekati akhir tanpa serangan militan atau epidemi mematikan yang mengancam mengganggu proses ibadah tahunan Muslim tersebut.

Kerajaan tersebut mengatakan keamanan dan kewaspadaan sanitasi yang lebih ketat tahun ini telah bermanfaat, memungkinkan 2,085 juta jemaah haji untuk mengunjungi Makkah dan tempat-tempat suci lainnya tahun ini. Jumlah jemaah haji tahun lalu adalah 1,98 juta.

Perjalanan haji tahun ini telah dibayangi kekhawatiran mengenai epidemi Ebola dan kemungkinan serangan militan, terutama setelah Arab Saudi bergabung dengan koalisi AS melawan militan-militan Negara Islam (ISIS) dan berpartisipasi dalam serangan-serangna udara melawan sasaran-sasaran di Suriah.

Ibadah tersebut, yang memuncak pada Idul Adha, berakhir secara resmi Selasa. Keamanan telah sangat ditingkatkan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan lebih banyak pos pemeriksaan di jalan-jalan menuju tempat suci dan lebih banyak pasukan yang ditempatkan di sana.

"Semuanya berjalan sesuai rencana... dan kemanan ada pada situasi terbaik," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi, Jenderal Mansour al-Turki.

"Dengan senang hati saya umumkan bahwa musim haji tahun ini bebas epidemi," ujar penjabat Menteri Kesehatan Saudi Adel Faqih dalam konferensi pers di Mina.

Arab Saudi memperkuat kontrol tahun ini dengan merazia jemaah haji domestik yang pergi ke tempat-tempat suci tanpa izin, ujar Turki. Hal itu membantu menekan jumlah jemaah di bawah 3,2 juta yang memadati tanah suci pada 2012.

"Kami bekerja dengan baik sehingga jemaah ilegal tetap ada di kerajaan, penanggulangan kasus ilegal tersebut membuat jumlah jemaah dikurangi," ujar Turki.

Selain melakukan razia terhadap jemaah ilegal, Kementerian Kesehatan Saudi juga harus mengatasi ancaman potensial wabah virus Ebola yang telah menewaskan 3.300 orang tahun ini di Afrika Barat.

Pada April, kerajaan itu melarang jemaah dari Sierra Leone, Guinea dan Liberia, tiga negara yang paling parah terkena Ebola, untuk mendaftar visa haji. Lebih dari 7.000 Muslim di negara-negara itu telah mendaftar, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Para pejabat kesehatan mengukuhkan di antara jemaah haji tidak ada kasus Ebola atau Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), penyakit mematikan yang diyakini dibawa oleh unta.

Faqih mengatakan ada 170 jemaah yang diduga terkena MERS Virus Corona namun hasil tesnya negatif.

Seiring akan berakhirnya musim haji, para jemaah di Mina mulai mencukur kepala mereka, langkah akhir dalam melakukan ibadah haji menurut kebiasaan Nabi Muhammad.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ketika para tukang cukur tak berizin berderet di pinggir jalan, razia pemerintah tampak ada hasilnya.

"Keamanan sangat penting. Itu sebabnya saya pergi ke tukang cukur yang menjamin penggunaan pisau sekali buang," ujar Arie Naufal, seorang pegawai perusahaan minyak dari Indonesia.

"Untuk virus lainnya, saya tidak akan memakai masker karena tidak terlalu membantu." (Reuters)

XS
SM
MD
LG