Tautan-tautan Akses

Arab Saudi Berupaya Tingkatkan Hubungan dengan Indonesia

  • Fathiyah Wardah

Ketua Majelis Syura Arab Saudi Syekh Abdullah bin Muhammad asy-Syekh(kiri) bersama Ketua dan Wakil ketua DPR dalam konferensi pers usai melakukan pertemuan di gedung DPR/ MPR Senayan, Jakarta. (VOA/Fathiyah Wardah)

Ketua Majelis Syura Arab Saudi Syekh Abdullah bin Muhammad asy-Syekh(kiri) bersama Ketua dan Wakil ketua DPR dalam konferensi pers usai melakukan pertemuan di gedung DPR/ MPR Senayan, Jakarta. (VOA/Fathiyah Wardah)

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz akan berkunjung ke Indonesia pada 2 Maret mendatang. Ketua Majelis Syura Arab Saudi Syekh Abdullah bin Muhammad Asy Syekh ketika berkunjung ke parlemen Indonesia menyatakan Arab Saudi berupaya untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia.

Dua pekan menjelang kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, Ketua Majelis Syura Arab Saudi Syekh Abdullah bin Muhammad asy-Syekh melawat ke Indonesia. Rombongan ini datang atas undangan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah.

Syekh Abdullah bertemu dengan pimpinan DPR di kompleks parlemen. Pimpinan dari parlemen kedua negara ini melakukan pertemuan tertutup sekitar satu jam sebelum menggelar jumpa pers.

Dalam keterangan di depan wartawan, Ketua DPR Setya Novanto menjelaskan ini merupakan kunjungan pertama Syekh Abdullah sejak dipilih lagi sebagai ketua Majelis Syura Arab Saudi pada Desember tahun lalu. Setya yakin di bawah kepemimpinan Syekh Abdullah hubungan dan kerja sama antara parlemen kedua negara akan makin erat.

"Jadi kita akan membentuk langsung adanya kerja sama akan ditunjuk kedua pihak. Pertama, mengenai tenaga kerja. Kedua, mengenai investasi dari pengusaha Indonesia di Arab Saudi dan sebaliknya dari Arab Saudi ke Indonesia. Terakhir, masalah kerja sama pendidikan dan masalah berkaitan dengan keamanan," kata Ketua DPR Setya Novanto.

Kedua delegasi juga membahas rencana lawatan Raja Salman ke Indonesia awal bulan depan. Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo, menurut Setya, penguasa negara Kabah itu dijadwalkan berkunjung ke kompleks parlemen pada 2 Maret.

Lawatan Raja Salman itu akan menjadi kunjungan pertama raja Arab Saudi dalam waktu hampir setengah abad. Lima tahun sebelum tewas ditembak keponakannya, Raja Faisal bin Abdul Aziz melawat ke Indonesia pada 1970.

Dalam pertemuan itu, Setya juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih atas keputusan Raja Salman mengembalikan kuota haji Indonesia menjadi 211 ribu dan tambahan kuota 10 ribu jamaah mulai musim haji tahun ini.

Ketika memberikan sambutan dalam bahasa Arab disertai terjemahan bahasa Indonesia, Syekh Abdullah menjelaskan Saudi berupaya untuk meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua negara.

Syekh Abdullah menambahkan DPR Indonesia akan mengirim dua delegasi ke Arab Saudi, yakni delegasi DPR dan delegasi pengusaha untuk melakukan pembahasan mengenai beragam hal yangdapat meningkatkan kerja sama kedua negara.

"Insya Allah hubungan kedua negara akan terus berlanjut dengan baik dan sebetulnya berkurangnya hubungan ini karena kurangnya saling kunjungan antara pejabat tinggi kedua negara. Jadi diharapkan para pejabat tinggi di kedua negara lebih intensif lagi melakukan kunjungan timbal balik, sehingga dengan kunjungan-kunjungan tersebut maka hubungan kedua negara akan lebih meningkat lagi di masa mendatang," kata Abdullah.

Setya Novanto mengakui Arab Saudi termasuk mitra penting Indonesia di bidang ekonomi dan perdagangan. Nilai perdagangan kedua negara pada 2015 mencapai US$5,48 miliar, dan selama Januari-Oktober tahun lalu tercatat sebesar US$3,39 miliar.

Lawatan kenegaraan Raja Salman pada awal Maret mendatang merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Joko Widodo di Arab Saudi pada September 2015. [fw/lt]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG