Tautan-tautan Akses

Arab Saudi Bersumpah Iran Harus Bayar Harga Rencana Bunuh Diplomatnya


Pangeran Turki al-Faisal, mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika mengatakan, bukti-bukti menunjukkan keterlibatan Teheran.

Pangeran Turki al-Faisal, mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika mengatakan, bukti-bukti menunjukkan keterlibatan Teheran.

Pejabat Arab Saudi mengatakan, Iran harus 'menanggung konsekuensi' atas dugaan rencana pembunuhan Duta Besar Arab Saudi untuk AS.

Arab Saudi telah bertekad Iran harus “menanggung konsekuensi” atas dugaan rencana pembunuhan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika, selagi para pejabat Amerika dan Inggris mengatakan mereka sedang membahas diberlakukannya putaran baru sanksi-sanksi terhadap Iran.

Pangeran Turki al-Faisal – mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika hari Rabu mengatakan, bukti-bukti yang ada “sangat luar biasa” dan “jelas menunjukkan tanggung jawab pejabat Iran” atas rencana itu.

Departemen Kehakiman Amerika telah menuduh dua warga Iran berkonspirasi dengan unsur-unsur pemerintah Iran untuk membunuh Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Adel Al-Jubeir.

Para pejabat hari Selasa mengidentifikasi seorang tersangka sebagai Mansoor Arbabsiar – pemegang paspor Iran dan Amerika yang ditangkap di bandara internasional John F. Kennedy New York pada 29 September lalu. Para pejabat juga menyebut tersangka kedua sebagai Gholam Shakuri, anggota Pasukan Quds yang bermarkas di Iran yang belum tertangkap.

Dewan Kerjasama Teluk mengutuk dugaan rencana itu sebagai “pelanggaran terang-terangan” atas hukum dan perjanjian internasional. Dewan itu hari Rabu juga memperingatkan rencana tersebut akan “sangat merugikan” hubungan Iran dan Dewan tersebut – dimana Arab Saudi menjadi anggotanya.

Pemerintah Inggris hari Rabu mengatakan konsultasi kini sedang diadakan dengan Amerika dan negara-negara lainnya tentang pemberlakuan sanksi-sanksi baru terhadap Iran atas perannya dalam dugaan rencana pembunuhan itu.

Para pejabat Amerika hari Rabu mengatakan mereka sedang mengupayakan tanggapan internasional atas apa yang disebut Wakil Presiden Joe Biden sebagai “tindakan keterlaluan”. Duta Besar Amerika untuk PBB Susan Rice kini di New York guna memberikan penjelasan secara individu kepada para anggota Dewan Keamanan PBB atas dugaan rencana itu.

Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton menyebut rencana yang diduga didukung Iran tersebut menunjukkan “peningkatan berbahaya” dalam dukungan Iran terhadap terorisme.

Sementara, juru bicara Gedung Putih Jay Carney hari Rabu mengatakan rencana itu melibatkan anggota-anggota penting Pasukan Quds – Garda Revolusioner Iran, sebuah unit elit militer yang melakukan operasi di luar Iran. Jay Carney menyebut temuan itu “signifikan”.

Jay Carney juga mengatakan Amerika berkomitmen bekerja secara diplomatik dengan negara-negara lain dan PBB untuk mengucilkan Iran, dan bahwa Amerika “tidak mengesampingkan pilihan apapun juga” dalam sikapnya terhadap dugaan rencana tersebut.

Amerika telah mengumumkan maskapai penerbangan komersil Iran – Mahan Air – sebagai pendukung aktivitas-aktivitas terkait terorisme di Iran. Pengumuman itu melarang warga Amerika terlibat atau melakukan transaksi keuangan dengan Mahan Air, serta membekukan aset-aset yang berada di bawah jurisdiksi Amerika.

Pemerintah Iran telah membantah tuduhan-tuduhan rencana pembunuhan itu. Duta Besar Iran untuk PBB telah mengirim surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-Moon, menyuarakan kemarahan Iran atas tuduhan itu.

XS
SM
MD
LG