Tautan-tautan Akses

Apple Ingin Menjadi Pemimpin dalam Industri Streaming Musik


Logo Apple di toko Apple di San Francisco, California 27 April 2015.

Logo Apple di toko Apple di San Francisco, California 27 April 2015.

Apple melalui iTunes telah mengubah cara pecinta musik mendengarkan musik favorit pilihan mereka, menggantikan piringan plastik dengan pengunduhan lagu secara digital. Kini produsen iPod dan iPhone ini ingin memimpin revolusi dengan layanan streaming musik berbayar baru yang akan diluncurkan pada musim panas tahun 2015 ini.

Dengan jutaan pendengar yang telah mendengarkan lagu dari layanan streaming seperti Pandora dan Spotify, para analis dan sumber-sumber industri musik mengatakan Apple tengah bersiap-siap untuk meluncurkan layanan mereka sendiri, yang bertujuan merebut kembali para pengguna iTunes lewat cara mendengarkan lagu yang baru ini.

Apple diperkirakan akan mengumumkan layanan baru ini dalam konferensi tahunan para pengembang piranti lunak atau software yang akan dimulai Senin (8/6) di San Fransisco. Sebagai salah satu pembicara utama, CEO Apple Tim Cook dan beberapa anggota eksekutif lainnya diperkirakan akan memamerkan fitur-fitur terbaru dalam software Apple untuk iPhone, iPad, dan komputer Macintosh, dan juga Apple Watch. Para analis juga mengharapkan Apple memperbaiki layanan pembayaran mobile yang dikenal dengan Apple Pay.

Perusahaan teknologi terbesar di dunia itu mendapatkan sebagian besar keuntungannya dari penjualan gadget, seperti iPhone dan perangkat hardware komputer lainnya. Tetapi, dalam pertemuan tahunan World Wide Developers Conferences, Apple lebih fokus pada perangkat lunak atau software, layanan online dan apps yang membuat semua perangkat menjadi sangat diperlukan oleh seluruh pelanggan mereka di seluruh dunia.

Bersamaan dengan layanan baru musik itu, pelaku industri juga menantikan Apple mengumumkan paket streaming video baru dan peningkatan kualitas layanan Apple TV. Tapi hal itu mungkin tertunda, menurut laporan New York Times dan blog tekno Re/code, yang menuliskan bahwa Apple masih melakukan negoisasi dengan para penyiar dan masih belum siap untuk mengumumkan layanan video.

Langkah ini menyoroti inisiatif musik Apple. Para pengamat mengatakan perusahaan tersebut harus membangun bisnis streaming yang kuat, jika ingin bertahan di ekosistem musik populer itu. Banyak rekaman yang masih dijual di toko-toko digital seperti iTunes, yang diluncurkan pada tahun 2003. Tetapi cara penjualan telah menurun, sementara layanan streaming semakin mempunyai pelanggan dan keuntungan yang meningkat.

“Media streaming semakin penting di kalangan pengguna komputer, jadi penting bagi Apple untuk ikut dalam bisnis ini," jelas pengamat Creative Strategy, Ben Bajarin.

Sekitar 41 juta orang di dunia kini membayar streaming musik dari Spotify, Deezer, dan penyedia layanan lainnya, menurut International Federation of the Phonographic Industry, yang mengatakan bahwa pendapatan dari pelanggan meningkat 39 persen mejadi 1.6 milyar dollar AS. Penjualan musik yang diunduh secara keseluruhan mengalami penurunan 8 persen menjadi 3.6 milyar dollar.

Apple Inc. membeli produsen headphone dan layanan streaming musik Beats senilai 3 milyar dollar tahun lalu, tetapi data yang dipublikasikan oleh perusahaan royalty Audiam menunjukkan Beast Music hanya memiliki 303.000 pelanggan AS sampai bulan Desember lalu, dibandingkan dengan 4,7 juta pelanggan Spotify yang merupakan pemimpin pasar AS untuk layanan streaming musik.

Sampai minggu lalu Apple masih belum memberikan komentar, tapi seseorang yang dekat dengan Apple mengatakan Apple mempunyai gol ambisius untuk mendapatkan 100 juta pelanggan untuk layanan streaming baru dengan biaya berlangganan 10 dollar per bulan dan bersaing dengan layanan streaming on-demand lainnya seperti Spotify dan Rhapsody. Pengguna Beats akan berpindah sebelum Beats ditutup, dan para pembeli lagu-lagu dan album di iTunes akan mendapatkan pilihan untuk membayar biaya berlangganan.

Seiring dengan masa percobaan selama 3 yang ditawarkan gratis, Apple juga berencana untuk meningkatkan penawaran gratis mereka, iTunes Radio, dengan konsep radio online yang disiarkan langsung menampilkan DJ seperti mantan penyiar BBC Zane Lowe, dan para artis Pharell, Drake, Muse, dan David Guetta.

Sumber tersebut tidak ingin disebutkan namanya karena negosiasi antara Apple dan para perusahaan rekaman adalah negosiasi privat.

“Mereka sangat terlambat masuk ke industri streaming,” ujar pengamat Van Baker di perusahaan riset Gartner. Tetapi, ia mengatakan Apple masih bisa mengejar ketinggalan dengan mempermudah pemilik iPhone menggunakan layanan baru ini. Pemilik iPhone adalah calon konsumen layanan ini, Apple menjual 61 juta iPhone dalam 4 bulan terakhir ini.

Selain musik, para pengamat berharap Apple akan memperbaiki layanan lainnya seperti Apple Pay dan Siri, asisten suara digital untuk iPhone dan iPad. Apple juga mengisyaratkan akan merilis program ini di smartwatch terbaru mereka.

Hampir semua aplikasi Apple Watch adalah apps yang juga tersedia di iPhone. Pengembang apps independen seperti Jordan Edelson, CEO Appetizer Mobile, berharap Apple akan merilis kode untuk membangun aplikasi yang berinteraksi langsung dengan sensor dan kendali di Apple Watch.

“Ini akan memberikan kita kesempatan untuk membuat aplikasi yang keren,” tambah Edelson, yang mengatakan layanan ini bisa membuat Apple Watch lebih menarik bagi konsumen yang mungkin kini belum yakin apakah mereka membutuhkan Apple Watch.

Edelson juga memprediksi Apple akan memperkenalkan piranti lunak baru yang akan merekatkan produk-produk Apple lainnya, seperti apps yang membuat iPhone menjadi pengendali untuk TV dan perangkat lainnya.

Ini adalah strategi yang cerdik, kata pengamat dari Forrester Research, Frank Gillett. “Begitu hidup Anda bergantung pada produk Apple, kemungkinan Anda berpindah ke Android semakin kecil," katanya, mengacu pada teknologi buatan saingan Apple, Google.

XS
SM
MD
LG