Tautan-tautan Akses

Pemerintah Birma Didesak Bebaskan Tahanan Politik yang Sakit Parah


Para tahanan politik Birma yang dibebaskan dari penjara Insein di Rangoon bulan Mei lalu (foto: dok).

Para tahanan politik Birma yang dibebaskan dari penjara Insein di Rangoon bulan Mei lalu (foto: dok).

Asosiasi Bantuan Bagi Tahanan Politik Birma (APP) mendesak pemerintah baru untuk membebaskan Ko Zaw Lin Tun yang sakit parah.

Sebuah organisasi nirlaba independen yang mendukung tahanan politik bernama Asosiasi Bantuan Bagi Tahanan Politik Birma (AAPP), mendesak pembebasan segera dan tanpa syarat seorang anggota terkemuka dari Federasi Mahasiswa Seluruh Birma, Ko Zaw Lin Tun, dari penjara.

Dalam siaran pers hari Sabtu, organisasi nirlaba independen mengatakan Ko Zaw Lin Tun sakit parah, ia menderita sejumlah penyakit yang serius, termasuk tuberkulosis, hepatitis B, penyakit jantung dan kanker.

AAPP mengatakan meskipun Ko Zaw Lin Tun dalam kondisi kritis sejak bulan Juli, dia tidak dirawat di rumah sakit sampai tanggal 1 September. AAPP mengatakan penolakan pemberian perawatan kepada Ko Zaw Lin Tun adalah penyiksaan dan dengan terus menahan dirinya telah mengolok-olok reformasi yang katanya telah dilakukan oleh pemerintah baru Birma.

Kelompok itu menyerukan pihak berwenang yang bersangkutan untuk "menunjukkan belas kasihan kepada Ko Zaw Lin Tun dan dengan segera membebaskan dirinya dengan alasan medis dan kemanusiaan, sehingga ia dapat didampingi sanak saudaranya dalam saat-saat yang sulit."

Pemerintah baru Birma mengambil alih kepemimpinan akhir bulan Maret setelah pemilu yang ternoda bulan November 2010. Saat ini ada lebih dari 2.100 tahanan politik di penjara-penjara di Birma, termasuk para biksu, mahasiswa, anggota terpilih parlemen dan pengacara.

XS
SM
MD
LG