Tautan-tautan Akses

APEC Koordinasikan Langkah untuk Perkuat Pemulihan Ekonomi Global


Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner berbicara kepada media di sela-sela pertemuan para Menteri Keuangan APEC di Honolulu, Hawaii (10/11).
Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner berbicara kepada media di sela-sela pertemuan para Menteri Keuangan APEC di Honolulu, Hawaii (10/11).

Demikian salah satu hasil pertemuan menteri keuangan 21 ekonomi anggota APEC, atau organisasi kerjasama ekonomi Asia Pasifik, hari Kamis di Honolulu, Hawaii.

Para menteri keuangan APEC mengadakan pertemuan tahunan ke-18 di Honolulu, Hawaii hari Kamis pagi, 10 November, di bawah pimpinan Menteri Keuangan Amerika Timothy Geithner.

Pertemuan itu juga dihadiri Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB), Presiden Bank Pembangunan Inter-Amerika, Managing Director Bank Dunia, Wakil Direktur Dana Moneter Internasional, dan Dewan Penasehat Bisnis APEC.

Dalam salah satu butir kesepakatan yang tercantum dalam pernyataan bersama, para menkeu itu berjanji mengambil tindakan terkoordinasi untuk memperkuat pemulihan global, memperkuat stabilitas sektor keuangan, menjaga pasar terbuka, dan membangun landasan untuk pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang.

Para menkeu APEC bertemu di saat ekonomi global terus menghadapi tantangan. Dalam konferensi pers, Geithner mengungkapkan kekhawatiran mengenai situasi di Eropa mendominasi pembahasan berbagai pertemuan APEC pekan ini.

Geithner mengatakan krisis Eropa masih menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan dunia. Ia mendesak kawasan itu untuk memulihkan stabilitas keuangannya dengan cepat.

“Penting bahwa Eropa bergerak cepat untuk menerapkan suatu rencana kuat guna memulihkan stabilitas keuangan,” kata Menkeu AS Timothy Geithner.

Menurut Geithner, semua perekonomian anggota APEC terkena dampak langsung krisis di zona euro. Oleh karena itu, ia mendorong para anggota APEC untuk mengambil berbagai langkah memperkuat pertumbuhan ekonomi saat mendapat tekanan dari Eropa.

Geithner menambahkan, “Selagi Amerika terus bekerja menyelesaikan berbagai masalah yang menyebabkan krisis, dan Eropa menghadapi periode pertumbuhan yang lebih lambat, Asia perlu berbuat lebih banyak untuk merangsang pertumbuhan permintaan domestik, agar mereka tidak begitu rentan terhadap penurunan, seperti situasi di Eropa, dan agar mereka dapat terus berkontribusi terhadap permintaan global.”

Secara terpisah, senada dengan Geithner, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan menyatakan salah satu cara yang dapat dilakukan Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi global, dan juga ekonomi nasional, adalah memperkuat pasar domestik.

“Indonesia harus memperbaiki apapun yang harus diperbaiki untuk meningkatkan perdagangan domestik, misalnya logistik/infrastruktur, pelabuhan-pelabuhan, supaya perdagangan antar pulau untuk mentransportasikan barang dari satu titik ke titik lain di negara kita bisa dilakukan lebih efisien dan lebih efektif," ujar Gita Wirjawan.

Sekitar 60 persen dari GDP Indonesia berasal dari konsumsi domestik. Besarnya konsumsi domestik adalah salah satu penyebab ekonomi RI mampu bertahan pada krisis global 2008-2009, dan hingga kini tetap bisa menikmati pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen per tahun.

XS
SM
MD
LG