Tautan-tautan Akses

Aparat Jawa Timur Gandeng Mahasiswa Perangi Radikalisme dan Terorisme

  • Petrus Riski

Kapolda, Gubernur Jawa Timur dan Pangdan V Brawijaya memberikan keterangan pers usai bertemu perwakilan mahasiswa se-Jatim, 23 Februari 2016 (Foto: VOA/Petrus)

Kapolda, Gubernur Jawa Timur dan Pangdan V Brawijaya memberikan keterangan pers usai bertemu perwakilan mahasiswa se-Jatim, 23 Februari 2016 (Foto: VOA/Petrus)

Panglima Kodam V Brawijaya bersama Gubernur dan Kapolda Jawa Timur mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur, Selasa (23/2), menyikapi persoalan seperti narkoba, radikalisme dan terorisme yang mengancam Jawa Timur.

Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi, mengajak mahasiswa ikut serta dalam upaya memerangi gangguan keamanan dan ketentraman di masyarakat, terutama yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban hidup masyarakat.

Mahasiswa diminta proaktif dan peduli terhadap situasi lingkungannya, agar tidak disusupi kelompok-kelompok radikal yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Sekarang yang lagi ngetrend yang kita hadapi adalah masalah narkoba, radikalisme, terorisme. Saya mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk sama-sama memerangi itu. Kalau ada temannya, tetangganya yang kiranya agak aneh-aneh, supaya segera dilaporkan kepada aparat, apakah itu TNI maupun Polri yang terdekat di situ,” kata Mayjen TNI Sumardi, Pangdam V Brawijaya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, keterlibatan mahasiswa sebagai generasi muda sangat dibutuhkan, untuk menjaga idealisme dan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, komitmen generasi muda terhadap NKRI, Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan sangatlah penting, untuk menguatkan negara dari ancaman dan gangguan dari luar.

“Peran dia intelektual muda, dia harapan dari kita semuanya, kalau dia komitmen terhadap bagaimana tentang NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Kebhinekaan kita tuntas, bangunannya, basisnya sudah kokoh, jadi pondasinya sudah kokoh, ideologi negaranya sudah kokoh, bangunan di atasnya dibicarakan terus,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji menegaskan, persoalan radikalisme dan terorisme yang mulai masuk di kalangan generasi muda, menjadi alasan pemerintah dan aparat keamanan menggandeng mahasiswa. Persoalan radikalisme dan terorisme, menurutnya, bersumber pada kesalahan pemahaman dan pemikiran mengenai nilai kebangsaan.

“Termasuk juga masalah teroris, jadi masalah radikalisme ini, pemikiran-pemikiran inilah harus kita sama-sama kita perangi bersama, karena susah kalau mengatasi ini karena pemikiran itu tidak bisa diatasi dengan hanya pembicaraan, harus dengan dogma-dogma,” kata Irjen Pol Anton Setiadji, Kapolda Jawa Timur.

Terkait ditangkapnya lima tersangka teroris di Malang, Jawa Timur beberapa hari lalu, Anton Setiadji memastikan bahwa merekamerupakan bagian dari jaringan teroris yang beraksi di Thamrin, Jakarta. Pihaknya menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan obyek vital, dan wilayah-wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian teroris di Jawa Timur.

“Ini yang rangkaian kemarin dari Thamrin. Rekan-rekan Densus kan bergerak, terus kemudian Gegana kita patroli tiap malam, termasuk rumahnya Pangdam, rumahnya Gubernur kan kita patroli, dan ini kita antisipasi terus,” lanjutnya. [pr/ab]

XS
SM
MD
LG