Tautan-tautan Akses

Aparat Jawa Timur Antisipasi Gangguan Keamanan Pasca Teror Jakarta

  • Petrus Riski

Gubernur, Pangdam dan Kapolda memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman terorisme di Jawa Timur. (VOA/Petrus Riski)

Gubernur, Pangdam dan Kapolda memastikan kesiapsiagaan menghadapi ancaman terorisme di Jawa Timur. (VOA/Petrus Riski)

Aparat keamanan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, memastikan keamanan di Jawa Timur tetap menjadi prioritas, pasca terjadinya aksi terorisme di Jakarta, Kamis (14/1) kemarin.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menegaskan kesiapsiagaan aparat keamanan dalam mengantisipasi dan menanggulangi ancaman terorisme yang terjadi di Jawa Timur. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Anton Setiadji mengatakan, antisipasi gangguan keamanan telah dilakukan sejak sebelum Hari Raya Natal hingga saat ini, termasuk dengan melibatkan elemen masyarakat.

“Sebelum mulai kegiatan Natal, selesai Natal, maupun setelah Tahun Baru kita tidak pernah kendor, karena apa jangan sedetik pun kita lengah, karena teteap ini ancaman akan tetap terjadi. Sampai detik ini kami belum mendapat laporan ada hal-hal yang aneh, dan ini saya juga meminta kepada masyarakat khususnya yang di Jawa Timur, apabila ada hal-hal yang mencurigakan tolong segera sampaikan kepada kita, sekecil apa pun informasi itu adalah sangat penting untuk kita kelola,” paparnya.

Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, Mayjen TNI Sumardi juga menyiapkan anggota TNI untuk mendukung upaya Polisi untuk mengamankan Jawa Timur yang saat ini ditetapkan menjadi Siaga 1.

Ia mengatakan, “TNI memback-up yang diperlukan oleh Polri untuk kepentingan keamanan yang ada di wilayah Jawa Timur ini.”

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjamin situasi keamanan di Jawa Timur masih terkendali, karena aparat bersama pemerintah dari tingkat Desa telah melakukan langkah antisipasi.

Soekarwo mengatakan, “Prinsip dasarnya di Jawa Timur aman terkendali, aparat keamanan, pak Kapolda yang dibantu penuh oleh TNI, dan BIN sudah jauh hari sudah melakukan langkah-langkah pengamanan dan sekarang terus mengelola tentang cegah dini di tingkat Desa dengan tiga pilar, yaitu Kepala Desa/Lurah, Babinkamtibmas dan Babinsa.”

Soekarwo juga berpesan kepada pelaku ekonomi di Jawa Timur tetap beraktivitas seperti biasa, dan tidak terpengaruh adanya teror yang terjadi di Jakarta.

“Kepada masyarakat tidak usah ragu-ragu kalau ada sesuatu yang mencurigakan laporkan kepada Polisi dan TNI terdekat. Dan kepada para pengusaha, jalan terus kehidupan sehari-hari, tingkatkan investasi, karena di Jawa Timur terus dikawal suasana aman, nyaman,” tambahnya. [pr/em]

XS
SM
MD
LG