Tautan-tautan Akses

Apakah Einstein Berikutnya Berasal dari Afrika?


Presiden Senegal Macky Sall dan Presiden Rwanda Paul Kagame berbicara dalam "Next Einstein Forum" di Dakar (8/3). (AFP/Seyllou)

Presiden Senegal Macky Sall dan Presiden Rwanda Paul Kagame berbicara dalam "Next Einstein Forum" di Dakar (8/3). (AFP/Seyllou)

Benua ini memiliki daya otak tapi kekurangan sumber daya dan peluang untuk riset dan inovasi ilmiah, menurut para ahli.

Einstein berikutnya akan datang dari Afrika. Setidaknya itulah premis dari pertemuan ilmuwan, perwakilan pemerintah dan inovator global, di Senegal minggu ini.

Pihak penyelenggara "Next Einstein Forum" mengatakan wilayah Afrika sub-Sahara saat ini hanya menyumbangkan 1 persen dari hasil riset ilmiah dunia. Tapi hal itu, menurut mereka, bukan karena kurangnya kecerdasan, tapi karena kurangnya kesempatan.

Presiden Senegal Macky Sall dan mitranya dari Rwanda, Paul Kagame, membuka forum di Dakar dengan janji untuk berinvestasi lebih dalam pendidikan dan riset sains.

Pada beberapa tahun terakhir, kedua negara telah membuka lembaga-lembaga terspesialisasi untuk sains, matematika dan teknologi.

Flavia Schiegel, Sekretaris Jenderal Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk bidang ilmu pengetahuan alam, mengatakan salah satu masalahnya adalah "brain drain" atau orang-orang cerdas yang bekerja di luar negeri.

"Saya kira jika Afrika dan negara-negara Afrika, seperti yang dijelaskan Senegal atau Rwanda hari ini, dapat membawa masa depan untuk anak-anak muda, peluang bagi karir profesional, maka anak-anak muda tidak akan pergi atau akan kembali lagi ke negara mereka," ujar Schiegel.

Peneliti asal Ghana, Victor Osei, mengatakan para ilmuwan yang tetap tinggal di Afrika menghadapi kesulitan sehari-hari.

"Jika Anda seorang ilmuwan yang melakukan proyek sains, jelas Anda perlu tersedianya beberapa hal, misalnya listrik. Saya tidak bisa bayangkan sebuah proyek sains harus dihentikan karena tidak ada pasokan listrik yang cukup," ujar Osei.

"Ini hal-hal yang perlu kita bahas mengenai lingkungan yang kondusif, harus kita pikirkan," tambahnya.

Para penyelenggara forum mengatakan saat ini benua tersebut kehilangan sekitar US$4 miliar setiap tahun ketika warganya pindah ke luar negeri untuk bekerja dalam bidang sains, teknologi, teknik dan matematika.

Namun direktur pengelola Next Einstein Forum, Arun Sharma, mengatakan Afrika yakin akan ada ledakan ilmiah.

"Saya kira ada kemauan politik yang besar yang sekarang ini meningkat, dan jelas bahwa para politisi, tidak semua politisi tapi banyak pembuat kebijakan,
menyadari pentingnya sains dan teknologi sebagai mesin pendorong Afrika," ujarnya.

Sharma menambahkan bahwa tujuan dari forum minggu ini adalah untuk memperlihatkan karya-karya ilmuwan muda Afrika dan membantu menghubungkan mereka dengan pendidikan dan pendanaan. [hd]

XS
SM
MD
LG