Tautan-tautan Akses

Selandia Baru Luncurkan Pilihan ke-5 untuk Desain Bendera Baru


Kombinasi gambar yang dibuat pada 24 September 2015 dari gambar yang dirilis pada 11 Agustus 2015 oleh Proyek Pertimbangan Bendera Selandia Baru menunjukkan lima rancangan yang diajukan oleh para finalis untuk desain bendera baru Selandia Baru di Wellington. (Foto: New Zealand Flag Consideration Project via AP)

Kombinasi gambar yang dibuat pada 24 September 2015 dari gambar yang dirilis pada 11 Agustus 2015 oleh Proyek Pertimbangan Bendera Selandia Baru menunjukkan lima rancangan yang diajukan oleh para finalis untuk desain bendera baru Selandia Baru di Wellington. (Foto: New Zealand Flag Consideration Project via AP)

Warga Selandia Baru kini memiliki pilihan kelima untuk memutuskan desain bendera baru mereka, setelah sebuah kampanye yang sangat populer untuk desain geometris "Red Peak" memaksa para anggota parlemen pada hari Kamis (24/9) untuk mengamandemen peraturan dan menambahkannya sebagai finalis kelima.

Parlemen Selandia Baru memutuskan melalui pemungutan suara untuk menambahkan "Red Peak" dalam referendum bulan November, setelah sekitar 50.000 warga menandatangani petisi online yang mendesak agar desain tersebut dipertimbangkan. Pemungutan suara itu diadakan setelah selama berminggu-minggu muncul sikap politik dan manuver terkait masalah ini.

Panel yang dipilih oleh pemerintah sebelumnya telah menyeleksi lebih dari 10.000 desain yang diajukan oleh masyarakat menjadi empat finalis. Namun banyak merasa bahwa keempat desain itu tidak memberikan banyak pilihan, dengan tiga di antaranya menampilkan pakis berwarna perak.

Desain bendera yang menang, pada bulan November akan ditandingkan dengan bendera saat ini dalam pemungutan suara yang akan digelar di seluruh negeri bulan Maret mendatang.

Negara Pasifik berpenduduk 4,5 juta jiwa ini mempertimbangkan mengganti benderanya karena banyak yang menganggap bendera itu sudah kuno dan terlalu mirip dengan bendera Australia. Bendera tersebut menampilkan bendera Inggris 'Union Jack' di sisi kiri atas, yang melambangkan kolonialisme di masa lalu. Sebagian masyarakat ingin meninggalkan lambang tersebut.

Namun, banyak juga warga Selandia Baru yang ingin melestarikan bendera mereka saat ini. Banyak veteran yang berjuang untuk bendera tersebut dan merasakan ikatan khusus. Sebagian lainnya tidak suka desain baru, atau melihat proses penggantian bendera ini sebagai aksi mahal yang diprakarsai oleh Perdana Menteri John Key untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu yang lebih mendesak.

Kombinasi gambar ini dibuat pada 24 September 2015 dari sebuah gambar yang dirilis pada 11 Agustus 2015 oleh Proyek Pertimbangan Bendera Selandia Baru, menunjukkan lima desain yang menjadi finalis yang terpilih untuk dipertimbangkan dalam pemilihan desain bendera baru Selandia Baru di Wellington.

Kombinasi gambar ini dibuat pada 24 September 2015 dari sebuah gambar yang dirilis pada 11 Agustus 2015 oleh Proyek Pertimbangan Bendera Selandia Baru, menunjukkan lima desain yang menjadi finalis yang terpilih untuk dipertimbangkan dalam pemilihan desain bendera baru Selandia Baru di Wellington.

Kedua bendera tersebut akan memakan biaya sekitar 26 juta dolar Selandia Baru ($ 16 juta) yang diambil dari pajak rakyat.

Key mengatakan kepada wartawan hari Kamis bahwa pemerintah telah berusaha untuk menjadi pragmatis dengan menambahkan "Red Peak" setelah masyarakat mengungkapkan perasaan mereka tentang hal itu, meskipun empat finalis telah terpilih.

"Saya pikir masyarakat perlu waktu untuk benar-benar terlibat dalam proses ini," kata Key. [eis/dw]

XS
SM
MD
LG