Tautan-tautan Akses

Pemimpin Demokrasi Myanmar Daftarkan Diri untuk Pemilu 8 November


Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi (kanan) menyerahkan dokumen untuk mengikuti pemilihan umum Nasional di pinggiran kota Rangoon (Yangon), Myanmar (29/7).

Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi (kanan) menyerahkan dokumen untuk mengikuti pemilihan umum Nasional di pinggiran kota Rangoon (Yangon), Myanmar (29/7).

Pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi mendaftarkan diri Rabu untuk pemilu November untuk mempertahankan kursinya di parlemen dan menantang partai berkuasa yang didukung militer.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi yang dipimpin Suu Kyi akan memperebutkan hampir semua 498 kursi parlemen dalam pemilu November 8, dan mengharapkan keuntungan besar, demikian keterangan juru bicara partai Nyan Win. Ia mengatakan partai akan mengumumkan nama-nama calon dalam putaran pertama, Rabu mendatang.

Suu Kyi mengajukan surat-suratnya di tengah kibaran bendera, disambut pendukungnya yang berteriak "Hidup Ibu Su," di kota Thanlyin, sebuah distrik miskin selatan Yangon, yang juga ia wakili dalam pemilu 2012.

Dalam pemilihan itu, ia dan 42 anggota partai lainnya memenangkan semua kecuali satu kursi, yang tetap menjadi minoritas di parlemen yang didominasi oleh partai pro-pemerintah.

'Dukungan Bibi Suu'

"Kita harus mendukung Bibi Suu karena ia merupakan satu-satunya pemimpin yang dapat mengubah negara kita," kata Daw Yee, salah satu dari lebih dari 100 pendukung yang telah menunggu berjam-jam untuk melihat sekilas Suu Kyi.

Partai-partai di negara tersebut memiliki batas waktu hingga 8 Agustus untuk mengirimkan daftar calon mereka.

Pemenang Nobel Perdamaian berusia 70 tahun ini masih tidak dapat mencalonkan diri sebagai presiden setelah anggota parlemen baru-baru ini menolak upaya untuk mengubah konstitusi, yang memberikan militer seperempat dari jumlah kursi parlemen, memastikan kubu tersebut memiliki hak veto atas segala amandemen.

Pemilu mendatang adalah yang kedua kalinya sejak Myanmar mengakhiri setengah abad kekuasaan militer yang brutal dan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil pada tahun 2011.

XS
SM
MD
LG