Tautan-tautan Akses

Antisipasi Virus Zika, Bandara Gunakan Thermal Scanner untuk Penumpang

  • Yudha Satriawan

Petugas kesehatan memantau penumpang lewat thermal scanner di bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta (Foto: VOA/Yudha)

Petugas kesehatan memantau penumpang lewat thermal scanner di bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta (Foto: VOA/Yudha)

Pengelola Bandara di daerah melakukan antisipasi masuknya virus Zika ke daerahnya. Bandara Internasional Adi Soemarmo Surakarta memasang alat khusus dan petugas mengawasi kondisi penumpang dengan pemindai suhu tubuh atau thermal scanner.

Sebuah kamera terpasang di salah satu sudut ruangan dan petugas mengawasi dari sebuah layar komputer dengan gambar bergerak aktivitas penumpang di area kedatangan internasional Bandara Adi Soemarmo, Kamis siang (1/9). Gambar di layar komputer ini juga menunjukkan suhu tubuh orang-orang yang berada di dalam lokasi sorotan kamera.

Juru bicara Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP Semarang, Priagung Adi Bhawono, ketika ditemui di Bandara Adi Soemarmo Surakarta menunjukkan peralatan pemindai suhu tubuh penumpang tersebut.

Menurut Priagung, pemindai suhu tubuh akan memberi tanda penumpang yang sedang demam, di atas 38 derajat celcius, sebagai salah satu gejala terjangkit virus Zika. Penumpang itu kemudian akan menjalani karantina.

“Ini alatnya namanya thermal scan, pemindai suhu tubuh secara massal. Sejak tanggal 29 lalu, Pemerintah Singapura mengeluarkan pemberitahuan atau rilis adanya kasus Zika di negaranya, kita di bandara ini melakukan antisipasi, kewaspadaan. Kasus di Singapura sudah mencapai puluhan bahkan hampir seratusan kasus Zika. Sejauh ini kami belum menemukan penumpang di bandara ini yang terjangkit virus Zika," jelas Priagung Adi Bhawono.

"Kalau ada penumpang yang terdeteksi suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius, demam, alat ini akan menunjukkan warna merah di gambar tubuhnya. Kita akan isolasi dan berikan treatment, dan dibawa ke rumah sakit rujukan yang sudah kita siapkan.para penumpang di kedatangan internasional dari negara yang terjangkit virus Zika, juga kita berikan kartu khusus untuk memanntau kondisi kesehatannya jika sudah pulang di daerahnya. Kalau ada gejala mirip gejala virus Zika, akan segera terdeteksi,” lanjutnya.

Selain melakukan pemindaian suhu tubuh, petugas juga membagikan ribuan lembar selebaran berisi informasi tentang virus Zika, kepada para penumpang di Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Sementara itu, juru bicara pengelola Bandara Adi Soemarmo, Yaka Sulistya, mengatakan Bandara ini melayani sejumlah jalur internasional antara lain dari Malaysia dan Singapura, namun jalur penerbangan ini ditutup secara bertahap. Yaka mengungkapkan jalur penerbangan internasional baru dari China akan diresmikan bulan depan.

“Bandara ini melayani penerbangan internasional dari Malaysia dan Singapura. Namun secara bertahap jalur tersebut ditutup atau dihentikan oleh maskapai penerbangan. Namun ada kabar baik, jalur Solo-Kuala Lumpur yang ditutup 20 Agustus lalu rencananya akan dibuka lagi dengan menggunakan maskapai penerbangan lainnya. Kemudian bulan depan kemungkinan ada pembukaan jalur baru, direct flight, Solo-China,” jelas Yaka Sulistya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Singapura merilis temuan lebih dari 80 kasus virus Zika melanda negara tersebut. Bahkan pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan imbauan kepada WNI agar tidak bepergian ke Singapura.

Kementerian Luar Negeri menyatakan satu WNI di Singapura positif terjangkit virus Zika. Sebelumnya ada informasi ditemukan kasus virus Zika di Jambi. Kementerian Kesehatan masih menelusuri kedua kasus tersebut, di Jambi maupun WNI di Singapura. [ys/lt]

XS
SM
MD
LG