Tautan-tautan Akses

Antisipasi Flu Burung, China Musnahkan 20 Ribu Unggas


Petugas kesehatan China memusnahkan ribuan unggas akibat kekhawatiran merebaknya firus flu burung H7N9 (foto: dok).

Petugas kesehatan China memusnahkan ribuan unggas akibat kekhawatiran merebaknya firus flu burung H7N9 (foto: dok).

Para pejabat kesehatan China mengatakan bahwa sampai hari Jumat (5/4), virus flu burung jenis H7N9 telah menewaskan sedikitnya enam orang.

China telah menutup pasar-pasar unggas di Shanghai dan mulai memusnahkan lebih dari 20.000 burung untuk menghentikan penyebaran varian baru flu burung yang mematikan itu.

Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa sampai hari Jumat, virus H7N9 telah menewaskan enam orang. Korban terbaru adalah seorang petani berusia 64 tahun di kota Huzhou, provinsi Zhejiang, China timur.

Para pejabat mengatakan 14 orang diketahui telah tertular virus itu, dan para ilmuwan masih belum mengetahui bagaimana penyakit ini bisa menular. Para pejabat kesehatan mengatakan sejumlah tes sejauh ini menunjukkan virus itu tidak dapat ditularkan antar sesama manusia.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai, Wu Fan, hari Jumat mengatakan tes-tes itu menyanggah kemungkinan seorang diantara laki-laki itu yang dikira tertular virus H7N9 dari seorang korban yang positif bervirus itu.

"Pemeriksaan laboratorium kami telah mengkonfirmasi bahwa tes-tes [terhadap salah seorang diantara ke-119 kontak terdekat pasien-pasien H7N9 itu yang diduga bergejala flu] semuanya H7N9 negatif. Hal itu berarti bahwa ia tidak tertular virus H7N9, dan ini adalah kabar baik bagi masyarakat,” ujar Wu Fan.

Hasil tes darah dari Hong Kong juga melenyapkan kekhawatiran bahwa virus itu telah sampai kesana. Pejabat-pejabat rumah sakit Jumat malam mengumumkan bahwa seorang anak perempuan berusia 7 tahun yang baru pulang dari Shanghai dan telah kontak dengan unggas juga tes darahnya negatif bervirus itu.

Sementara itu, harga saham maskapai penerbangan dan komoditi kacang kedelai Amerika turun tajam dalam perdagangan hari Jumat sementara para investor khawatir wabah baru flu burung di China bisa merugikan permintaan akan perjalanan udara dan pakan unggas.

Harga saham Air China, China Southern, dan China Eastern Airlines jatuh 8 persen atau lebih, sedangkan indeks saham Hong Kong secara keseluruhan turun 2,7 persen. Beberapa maskapai penerbangan Eropa dengan penerbangan ke Asia juga turun harga sahamnya.

Kantor berita Bloomberg melaporkan bahwa harga kacang kedelai Amerika jatuh ke tingkat rendah dalam 12 minggu karena keprihatinan para investor bahwa permintaan China akan kedelai untuk pakan unggas akan menurun.

Dampak perekonomian lainnya juga terlihat ketika para pejabat memerintahkan ribuan unggas dimusnahkan di pasar-pasar unggas di Shanghai.

Kekhawatiran itu berasal dari pengalaman wabah SARS 10 tahun yang lalu, ketika para pejabat secara drastis mengurangi perjalanan udara untuk membatasi penyebaran virus mematikan itu.

Para pejabat mengatakan virus terbaru ini, H7N9, sebelumnya hanya terdapat pada burung, tidak pada manusia.
XS
SM
MD
LG