Tautan-tautan Akses

Anindya Kusuma Putri Buka Suara Soal Kontroversi Miss Universe 2015


Anindya Kusuma Putri, di ajang Miss Universe 2015 (dok: Miss Universe Organization, Richard D. Salyer)

Anindya Kusuma Putri, di ajang Miss Universe 2015 (dok: Miss Universe Organization, Richard D. Salyer)

Dengan perwakilan Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, Indonesia kembali masuk ke dalam jajaran 15 besar di ajang Miss Universe 2015 yang diselenggarakan di Planet Hollywood Las Vegas Resort & Casino di kota Las Vegas, AS belum lama ini.

Tampil dengan gaun pendek berwarna putih, Puteri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri, berjalan dengan anggun menuju ke depan panggung saat namanya disebut masuk dalam jajaran 15 besar di ajang Miss Universe 2015 yang diselenggarakan di Planet Hollywood Las Vegas Resort & Casino di kota Las Vegas, AS belum lama ini.

Anindya Kusuma Putri yang akrab disapa Anin, bersaing melawan 79 kontestan lain yang berasal dari berbagai belahan dunia lainnya.

Anin (ke-4 dari kanan) bersama kontestan Miss Universe (dok: Miss Universe Organization, Matt Petit)

Anin (ke-4 dari kanan) bersama kontestan Miss Universe (dok: Miss Universe Organization, Matt Petit)

“Enggak menyangka karena dulu waktu kecil nonton Miss Universe dan selalu berpikiran bahwa yang ikut Miss Universe itu perfect banget. Enggak (hanya) cantik, tetapi dia punya beauty inside out, pinter juga, berbakat juga. Kemarin merasakan berada di panggung Miss Universe, apalagi nama Indonesia dipanggil untuk ke top 15 itu benar-benar yang merinding banget,” papar Anin saat dihubungi oleh VOA baru-baru ini.

Sebuah tantangan tersendiri bagi Anin ketika ia harus belajar berjalan di catwalk dan berfoto ala model sebagai salah satu persiapan menuju ke panggung Miss Universe. Pasalnya, perempuan tomboy ini sama sekali tidak memiliki latar belakang sebagai seorang model.

Anin mengenakan gaun karya Leo Almodal di ajang Miss Universe (dok: Miss Universe Organization)

Anin mengenakan gaun karya Leo Almodal di ajang Miss Universe (dok: Miss Universe Organization)

Selain persiapan mental, Anin juga rajin mengikuti berita terbaru di dunia untuk meningkatkan pengetahuan. “Kita harus siap selama karantina Miss Universe kan banyak media yang meliput juga, kemudian ketika kita berkomunikasi sama kontestan dari 80 negara ini kan, secara tidak langsung kita harus tahu negara mereka seperti apa,” jelas perempuan kelahiran Semarang, tahun 1992 ini.

Selama tiga minggu, Anin mengikuti masa karantina bersama kontestan yang lain dengan melakukan berbagai kegiatan seperti pemotretan, syuting, dan juga melalui babak pedahuluan untuk penilaian dalam wawancara, gaun malam dan pakaian renang. Tampil dengan pakaian renang di media awalnya tidak disetujui oleh sang ayah.

“(Waktu) awal aku posting foto (mengenakan) swimsuit di social media papa marah, karena mungkin papa kaget kali ya,” kata Anin. “Ini salah satu hal yang challenging banget buat aku. Awalnya sih berat juga, tapi kembali lagi aku berpikir bahwa aku menang (kontes) ‘Puteri Indonesia’ dan aku sudah tahu pemenang ‘Puteri Indonesia’ itu akan menuju ke Miss Universe dimana mewakili negara. Sekarang bukan lagi masalah mengenakan swimsuit tapi aku sudah di (AS) karena Indonesia, jadi berpikir positif saja,” lanjutnya lagi.

Anin dengan kostum karya desainer Dynand Fariz (dok: Miss Universe Organization, Richard D. Salyer)

Anin dengan kostum karya desainer Dynand Fariz (dok: Miss Universe Organization, Richard D. Salyer)

Di panggung Miss Universe, Anin juga mengenakan kostum nasional karya Dynand Fariz dan tim Jember Fashion Karnaval dengan tema “Mythical Eyes on Barong,” dengan berat 27 kilogram, lebih berat lima kilogram dibandingkan kostum yang dikenakan oleh kontestan Elvira Devinamira tahun lalu.

“Sekitar 30 menitlah buat merangkai dan pakai kostum lengkapnya,” ujar Anin.

Kontroversi yang timbul ketika MC Steve Harvey salah menyebutkan Miss Universe Colombia, Ariadna Guiterrez, sebagai pemenang tidak hanya mengagetkan tetapi juga membingungkan para kontestan yang lain.

“Beberapa saat kemudian setelah Steve bilang pemenangnya Colombia, kita lihat dari panggung itu ada screen-nya. Di screen-nya itu tertulis bahwa, ‘Philippine, please take your first walk as Miss Universe.’ Kita, teman-teman di panggung bingung, ‘Loh, bukannya barusan di announced Colombia (dan) sudah di crowning juga? Kok di layarnya tulisannya Philippine?” kata mantan pemenang kontes Gadis Sampul tahun 2008 ini.

Anindya Putri beraksi di kontes bakat Miss Universe 2015 (foto/dok: Miss Universe Organization)

Anindya Putri beraksi di kontes bakat Miss Universe 2015 (foto/dok: Miss Universe Organization)

Mendengar ralat yang disampaikan oleh sang MC, Anin dan beberapa kontestan yang lain langsung menangis.

“Aku personally emosional banget. Aku mengerti banget, pasti hancur banget perasaannya. Sudah senang-senang kemudian kayak gitu. Aku sama beberapa miss yang lain langsung reflek nangis, langsung meluk Ariadna dari Colombia. Menenangkan dia,” jelas perempuan yang mahir bermain bass ini.

Pada malam itu sebagian kontestan terlihat langsung menghampiri Miss Colombia tanpa menyelamati sang pemenang yaitu Miss Universe Filipina, Pia Wurtzbach. Anin menyangkal adanya drama di balik semua itu.

“Baik-baik saja, enggak ada drama,” jelas Anin sambil tertawa.

All the girls itu nice banget. Kita banyak ngobrol juga, banyak sharing. Pasti teman-teman yang langsung congrats ke Pia, (Miss) Philippine terus ada beberapa teman-teman yang menenangkan hati Ariadna dulu, jadi banyak media yang beranggapan kita berkubu, padahal enggak,” lanjut Anin.

Anin bersama keluarga dan Miss Universe Indonesia 2014, Elvira Devinamira (ke-3 dari kiri) (foto/dok: Ari Sufiati)

Anin bersama keluarga dan Miss Universe Indonesia 2014, Elvira Devinamira (ke-3 dari kiri) (foto/dok: Ari Sufiati)

Pulang dari Amerika, Anin akan segera bersiap-siap untuk acara Puteri Indonesia 2016 yang akan diselenggarakan bulan Februari mendatang, juga menyelesaikan skripsi kuliahnya di Universitas Diponegoro, di mana ia mengambil jurusan teknik planologi.

Untuk teman-teman yang ingin mengikuti kontes seperti dirinya, Anin berpesan untuk tidak lupa menjadi diri sendiri.

“Juri itu pasti melihat apa yang ada di dalam diri kita. Be confident, harus bersyukur dengan apa yang kita punya dan jangan lupa untuk selalu mengembangkan apa yang kita punya karena enggak ada yang enggak mungkin kok di dunia ini, apa pun kekurangan kita pasti bisa di develop,” ujar Anin menutup wawancara dengan VOA.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG