Tautan-tautan Akses

AS

Anggota Kongres dari Partai Republik Marah Atas Rencana Pembebasan Tawanan


Para anggota Kongres menuruni tangga untuk bertemu di Gedung Capitol untuk bertemu dengan para pejabat keamanan nasional untuk membahas pembebasan tawanan Taliban, Sersan Angkatan Darat Bowe Bergdahl (9/6). (AP/J. Scott Applewhite)

Para anggota Kongres menuruni tangga untuk bertemu di Gedung Capitol untuk bertemu dengan para pejabat keamanan nasional untuk membahas pembebasan tawanan Taliban, Sersan Angkatan Darat Bowe Bergdahl (9/6). (AP/J. Scott Applewhite)

Anggota Partai Republik dari California, Dana Rohrabacher, menuduh presiden meremehkan Kongres dan mengatakan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Para anggota Kongres AS dari Partai Republik mengatakan mereka marah karena sampai 90 orang anggota pemerintahan Obama mengetahui tentang persetujuan untuk membebaskan Sersan Angkatan Darat Bowe Bergdahl dari penawanan Taliban, tetapi tidak satupun dari anggota Kongres diberitahu.

Kecaman itu muncul setelah pertemuan tertutup selama 90 menit antara para anggota DPR dari kedua partai dan para pejabat pemerintahan Obama Senin malam (9/6).

Anggota Partai Republik dari California, Dana Rohrabacher, menuduh presiden meremehkan Kongres dan mengatakan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Lima orang eksekutif Taliban yang ditawan di Guantanamo Bay diserahkan kepada Qatar sebagai imbalan pembebasan Bergdahl.

Undang-undang Amerika mengharuskan presiden memberi kepada Kongres pemberitahuan 30 hari sebelum tawanan di Guantanamo itu dibebaskan.

Tetapi, para pejabat pemerintahan Obama mengatakan nyawa Bergdahl sedang terancam dan tidak ada waktu untuk menunggu.

Menteri Pertahanan Chuck Hagel dijadwalkan akan memberi kesaksian di hadapan Komisi Angkatan Bersenjata DPR Rabu.
XS
SM
MD
LG