Tautan-tautan Akses

AS

Anggota Kongres AS yang Muslim Hadapi Isu ISIS


Keith Ellison, Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Keith Ellison, Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Serangan AS terhadap ISIS dan bergabungnya beberapa Muslim Amerika dengan militan itu membuat Keith Ellison, Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres, menjadi sorotan.

Para pemilih di Amerika mengarakan ketakutan akan militan Negara Islam (ISIS) adalah salah satu dari kekhawatiran terpenting mereka dalam pemilihan sela yang akan datang.

Keputusan Presiden Barack Obama untuk menyerang ISIS di Irak dan Suriah, dan fakta bahwa beberapa Muslim Amerika telah bergabung dengan para pejuang ISIS telah membuat beberapa kandidat Partai Demokrat menjadi sorotan. Terlebih lagi bagi anggota Kongres Keith Ellison, yang merupakan warga Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres.

Ellison masuk Kongres pada 2006, sebagai seorang anggota Demokrat yang menolak perang Irak. Saat ia berharap untuk tetap terpilih periode kelima berturut-turut, ia sekarang mendukung perang presiden melawan ISIS.

"Ini sulit. Saya melihat ISIS sebagai ancaman. Namun saya juga percaya bahwa cara terpenting untuk mengkronfotasi ISIS bukanlah dengan cara militer. Memotong kemampuan mereka menjual minyak, memangkas aliran dana mereka. Menghentikan mereka yang akan bergabung dengan melewati Turki atau negara-negara lain di wilayah tersebut. Menjamin bahwa pemerintah Irak berkuasa secara inklusif dan meminimalisir sektarianisme. Ini adalah cara-cara non militer yang akan mengurangi ancaman ISIS," ujar Ellison.

Diperkirakan 100 warga Amerika telah berjuang untuk ISIS. Sedikitnya 10 dari mereka berasal dari ibukota negara bagian Minnesota, Minneapolis, daerah yang diwakili Ellison.

"Kita harus memberitahu anak-anak muda, jika mereka ingin melakukan sesuatu yang baik dan konstruktif untuk agama mereka, yang mereka perlu lakukan adalah menolong orang miskin. Membantu mereka yang kurang beruntung. Mereka perlu terlibat dalam kehidupan kemasyarakatan di Amerika," ujarnya.

"Mereka dapat mengkritik kebijakan AS manapun yang mereka inginkan tapi hal itu harus dilakukan lewat pemilihan umum, gunakan hak amandemen pertama. Memanggul senjata dengan kekuatan asing untuk melawan negara sendiri, itu tidak dapat diterima," tambahnya.

Doug Dagget, lawan Ellison dari Partai Republik dalam pemilu sela, yakin bahwa kebijakan-kebijakan Partai Demokrat mempengaruhi beberapa warga Amerika keturunan Somalia yang bergabung bersama ISIS di Suriah.

"Ini sangat memprihatinkan. Orang Somalia datang ke sini supaya sejahtera. Kita memiliki komunitas Somalia terbesar di sini di Minneapolis. Para pemimpin komunitas memberitahu saya kurangnya lapangan pekerjaan, pendidikan, dan harapan. Mereka tidak yakin Ellison telah cukup berbuat sesuatu. Ia telah absen," ujar Dagget.

Ellison merupakan anggota Kongres pertama yang disumpah dengan tangan memegang Quran.

Apakah menjadi seorang Muslim dalam iklim politik Amerika membantunya atau merupakan tantangan yang berat?

"Hal itu telah membantu saya karena apapun tantangan atau kesulitan yang saya hadapi, saya selalu bisa shalat dan itu menguatkan saya. Puasa, shalat membuat saya menjadi orang yang lebih bahagia. Terkadang ada tindakan kekerasan dan itu selalu menyedihkan, tapi ketika seorang Muslim terlibat di dalamnya, orang-orang selalu mengaitkannya dengan Islam. Terkadang saya harus berurusan dengan tindakan-tindakan anti-Islam tapi itu hanyalah hal-hal kecil dan itu tidak mengganggu saya sama sekali," ujar Ellison.

XS
SM
MD
LG