Tautan-tautan Akses

Anggota DPR India Ditahan atas Tuduhan Korupsi

  • Anjana Pasricha

Suresh Kalmadi, saat tiba di Biro Pusat Investigasi di ibukota New Delhi, Senin (25/4).

Suresh Kalmadi, saat tiba di Biro Pusat Investigasi di ibukota New Delhi, Senin (25/4).

Suresh Kalmadi, mantan Ketua Komite Penyelenggara Pesta Olahraga Persemakmuran, dituduh bersekongkol mendapatkan kontrak “Stop Watch” dan alat pencatat skor.

Di India, pejabat yang menyelenggarakan Pesta Olahraga Persemakmuran tahun lalu ditangkap atas tuduhan korupsi.

Suresh Kalmadi, mantan Ketua Komite Penyelenggara Pesta Olahraga Persemakmuran dipanggil hari Senin, dimintai keterangan lalu ditahan oleh polisi federal.

Juru bicara Biro Pusat Investigasi, Darini Mishra mengatakan Kalmadi ditahan atas tuduhan memilih perusahaan Swiss mendapatkan kontrak “Stop Watch” dan alat pencatat skor. “Tuduhannya yaitu pejabat komite penyelenggara bersekongkol dengan perwakilan dari perusahaan swasta di Swiss dalam pengadaan kontrak stop watch dan alat pencatat skor dengan cara menyingkirkan persaingan dari perusahaan lain.” Ujarnya.

Kalmadi dicopot dari jabatannya sebagai ketua komite penyelenggara Pesta Olah Raga Persemakmuran pada bulan Januari. Dia pejabat senior ketiga yang ditahan karena korupsi sehubungan dengan acara olahraga itu yang diadakan di New Delhi tahun lalu.

Kalmadi yang merupakan anggota DPR dari Partai Kongres yang berkuasa secara konsisten membantahnya.

Pesta Olahraga Persemakmuran adalah kegiatan olahraga terbesar yang selenggarakan India dalam 30 tahun terakhir, dan diharapkan menandai kehadiran India di pentas global. Tetapi kegiatan itu berubah mendatangkan rasa malu besar bagi negara itu karena tuduhan korupsi, penundaan, salah urus, dan pembangunan stadion yang buruk mendominasi berita di media.

Biaya pesta itu bernilai 6 miliar dollar-jauh lebih mahal dari yang diperkirakan. Ada keluhan bahwa sepertiga dari nilai itu diselewengkan. Di tengah kemarahan masyarakat dan partai oposisi, pemerintah berjanji untuk menyelidiki tuduhan korupsi dan menghukum yang bersalah.

Setelah penahanan Kalmadi, juru bicara partai oposisi Bharatiya Janata, Nirmala Sitharaman mengatakan penyelidikan harus dilakukan dengan cepat untuk menangkap semua yang bersalah. Sitharaman mengatakan,“Nama-nama lain yang terlibat dan mungkin terlibat bahkan belum diumumkan, orang-orang besar yang turut berperan, semuanya harus dihukum.”

Tuduhan korupsi yang meluas sehubungan dengan penyelenggaraan Pesta Olahraga itu membuat korupsi menjadi sorotan utama di India. Berbulan-bulan setelah itu, skandal yang lebih besar yang mengakibatkan kerugian pemerintah sebesar 36 milliar dollar atas penjualan perusahaan telekomunikasi yang bernilai jauh dibawah harga pasar telah mendominasi pemberitaan di media.

Tuduhan korupsi itu telah membuat partai Kongres yang menguasai pemerintahan menjadi defensif dan menekan pemerintah untuk menetapkan UU anti korupsi yang ketat.

XS
SM
MD
LG