Tautan-tautan Akses

Angelina Jolie Jadi Dosen Tamu di London School of Economics


Duta Khusus Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Angelina Jolie, saat mengunjungi kamp pengungsi Suriah dan Turki di kota Midyat di provinsi Mardin, Turki, 2015.

Duta Khusus Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Angelina Jolie, saat mengunjungi kamp pengungsi Suriah dan Turki di kota Midyat di provinsi Mardin, Turki, 2015.

Aktris pemenang Oscar tersebut akan mengajar untuk program S2 baru mengenai perempuan, perdamaian dan keamanan.

Aktris Hollywood Angelina Jolie akan bergabung bersama London School of Economics (LSE) sebagai dosen tamu untuk program S2 baru mengenai perempuan, perdamaian dan keamanan, menurut universitas tersebut, Senin (23/5).

LSE mengatakan program tersebut, yang akan dimulai tahun depan, adalah yang pertama di dunia dan akan dikelola oleh LSE Centre for Women, Peace and Security, yang diluncurkan tahun lalu oleh Jolie dan mantan menteri luar negeri Inggris, William Hague.

"Penting bagi kami untuk memperluas diskusi mengenai bagaimana memajukan hak-hak perempuan dan mengakhiri impunitas untuk kejahatan yang secara tidak proporsional berdampak pada perempuan, seperti kekerasan seksual dalam konflik," ujar Jolie, duta khusus untuk badan pengungsi PBB, UNHCR, dalam pernyataan tertulis.

"Saya tidak sabar untuk mengajar dan belajar dari para mahasiswa, serta berbagi pengalaman saya bekerja bersama pemerintah-pemerintah dan PBB."

Hague juga akan menjadi dosen tamu di LSE.

Aktris pemenang Oscar dan Hague telah menjadi duo dalam kampanye untuk mengakhiri kekerasan seksual terhadap perempuan dalam konflik.

Kemitraan itu dipicu film pertama yang disutradarai Jolie "In the Land of Blood and Honey" (2011) yang mengambil latar belakang perang Bosnia tahun 1992-95, dimana sekitar 20.000 perempuan diyakini telah diperkosa.

Pasangan tersebut mendirikan Inisiatif Pencegahan Kekerasan Seksual dalam Konflik tahun 2012 untuk mendorong aksi global terhadap kejahatan-kejahatan tersebut, meningkatkan jumlah pelaku yang diadili dan memastikan dukungan yang lebih baik untuk para penyintas.

Mereka juga menjadi tuan rumah konferensi global pertama mengenai isu tersebut di London tahun 2014.

Hague mengatakan program S2 yang baru di LSE itu akan membantu mendukung upaya mereka dengan mengembangkan penelitian untuk membantu menanggulangi budaya impunits. [hd]

XS
SM
MD
LG