Tautan-tautan Akses

Analis: Rencana Bela Pulau Sengketa AS-Jepang, Peringatan Keras Bagi China


Gambar pulau kecil yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, diambil dari pesawat pengawas wilayah maritim China B-3837, Desember 2012 (Foto: dok).

Gambar pulau kecil yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China, diambil dari pesawat pengawas wilayah maritim China B-3837, Desember 2012 (Foto: dok).

Para pejabat Washington telah berulangkali mengukuhkan bahwa pulau-pulau sengketa tersebut berada dalam pakta pertahanan AS-Jepang sehingga mewajibkan Amerika untuk membantu Tokyo jika diserang.

Para analis mengatakan pengumuman Pentagon baru-baru ini bahwa Amerika bekerjasama dengan Jepang dalam usaha menangkal aksi militer China untuk menguasai pulau-pulau yang disengketakan di Laut Cina Timur merupakan peringatan terang-terangan terhadap Beijing.

Seorang pejabat pertahanan Amerika, Rabu (20/3), mengatakan kepada VOA Kepala Gabungan Staf Pasukan Bela Diri Jepang, Shigeru Iwasaki, akan bertemu pekan ini dengan kepala Komando Pasifisik Amerika, Laksamana Samuel Locklear, untuk membahas rencana mengambil alih pulau-pulau yang disebut Jepang sebagai Senkaku seandainya China melakukan invasi. Pernyataan itu mengukuhkan laporan yang sebelumnya dikeluarkan dalam suratkabar Jepang, Nikkei.

Para pejabat Washington telah berulangkali mengukuhkan bahwa pulau-pulau itu masuk dalam pakta pertahanan Amerika dengan Jepang sehingga mewajibkan Amerika untuk membantu Tokyo jika diserang. Meskipun demikian, para pejabat itu bersikap hati-hati untuk tidak membuat marah Beijing dengan mengatakan, Amerika tidak berpihak dalam masalah kedaulatan pulau-pulau yang disebut Diaoyu oleh China.

Dalam beberapa bulan terakhir, China telah melangsungkan patroli maritim hampir setiap hari di sekitar pulau-pulau yang dikontrol Jepang itu. Kegiatan ini membuat para analis meyakini, China berusaha menciptakan status quo baru di kawasan kaya energi yang strategis itu. Kedua negara juga menerbangkan jet-jet tempur mereka ke kawasan itu, membangkitkan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan militer.
XS
SM
MD
LG