Tautan-tautan Akses

Analis Perkirakan Mantan PM Pakistan akan Menangkan Pemilu


Nawaz Sharif (tengah), pemimpin partai liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N), dalam kampanye di Islamabad (Foto: dok). Para analis memperkirakan mantan PM Pakistan ini akan memenangkan Pemilu Parlemen Pakistan, yang akan digelar Sabtu (11/5) ini.

Nawaz Sharif (tengah), pemimpin partai liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N), dalam kampanye di Islamabad (Foto: dok). Para analis memperkirakan mantan PM Pakistan ini akan memenangkan Pemilu Parlemen Pakistan, yang akan digelar Sabtu (11/5) ini.

Para analis memperkirakan mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif akan memenangkan pemilu parlemen bersejarah Pakistan yang akan berlangsung hari Sabtu (11/5) ini.

Pemilu Parlemen Pakistan yang akan berlangsung besok, Sabtu (11/5) menandai peralihan masa jabatan pemerintahan sipil di negara itu untuk pertama kalinya dalam sejarah negara yang penuh kudeta militer di negara Asia Selatan itu. Pemerintah sipil yang telah menyelesaikan masa jabatannya dan akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil berikut.

Namun, kampanye pekan terakhir sebelum pemilu telah dinodai oleh penculikan seorang putra mantan perdana menteri, pemboman dua rapat umum partai Islam terkemuka dan pengumuman Taliban bahwa kelompok itu telah mengerahkan pembom bunuh diri untuk melancarkan serangan pada hari pemilu.

Militer Pakistan mengatakan mereka akan mengirim ribuan pasukan untuk mengamankan TPS-TPS dan pusat-pusat penghitungan suara sebagai langkah pencegahan agar Taliban tidak menganggu penyelenggaraan pemilu.

Hari Kamis, pada hari terakhir kampanye, militan menangkap Ali Haider Gilani menyusul rentetan tembakan di pinggir kota Multan, provinsi Punjab. Putra usia 27 tahun dari Yousuf Raza Gilani itu mencalonkan diri untuk kursi DPRD tingkat provinsi di district tersebut.

Mantan perdana menteri Gilani mengatakan dua dari pengawal putranya tewas saat bertugas melindungi putranya, namun belum mengetahui kondisi putranya dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Taliban hari Kamis (9/5) mengumumkan rencana mereka untuk melancarkan serangan pemboman bunuh diri pada hari pemilu.

Sebelumnya pekan ini, insiden pemboman dua rapat umum partai Islam terkemuka, Jamiat Ulema-e-Islam, memperkuat pandangan bahwa Taliban menentang demokrasi dan akan menyerang siapapun yang turut serta dalam pemilu.

Pada hari-hari menjelang pemilu, militan telah menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai banyak lainnya sejak April.

Politisi Pakistan yang juga bekas pemain cricket Imran Khan terjatuh dalam rapat umum politik hari Selasa di Lahore. Namun, ia mengeluarkan imbauan melalui televisi dari tempat tidurnya di rumah sakit hari Kamis agar rakyat memilih partai PTI-nya dalam pemilu tanggal 11 Mei.
XS
SM
MD
LG