Tautan-tautan Akses

Anak Wartawati Rusia Tolak Hadiri Sidang Kasus Pembunuhan Ibunya

  • Jessica Golloher

Dua orang anak aktivis HAM dan wartawati Anna Politkovskaya, Vera (kiri) dan Ilya look mengatakan tidak menghadiri sidang kasus pembunuhan ibunya (foto: dok).

Dua orang anak aktivis HAM dan wartawati Anna Politkovskaya, Vera (kiri) dan Ilya look mengatakan tidak menghadiri sidang kasus pembunuhan ibunya (foto: dok).

Anak-anak wartawati Rusia yang dibunuh, Anna Politkovskaya, mengatakan tidak akan menghadiri apa yang mereka sebut 'sidang yang tidak sah' atas lima tersangka pembunuh ibu mereka tahun 2006.

Lebih dari enam tahun setelah wartawati "Novaya Gazeta", Anna Politkovskaya, ditembak mati di lobi apartemennya, lima orang diadili atas kasus pembunuhan itu, beberapa dari mereka untuk kedua kalinya.

Dalam sebuah pernyataan, anak-anak Politkovskaya, Ilya dan Vera, mengatakan mereka telah meminta hakim untuk menunda sidang karena mereka tidak bisa hadir. Mereka mengatakan hakim menolak permintaan itu. Ilya dan Vera kemudian mengimbau para juri untuk menarik diri dari dari pengadilan tersebut untuk menghindari dari apa yang mereka sebut sebagai sandiwara.

Rustam Makhmudov dari Chechnya dituduh membunuh Politkovskaya. Kedua saudaranya dan pamannya juga dituduh terlibat dalam pembunuhan itu, bersama seorang bekas anggota polisi.

Tahun 2009 pengadilan Moskow membebaskan tiga dari terdakwa, tetapi Mahkamah Agung Rusia membatalkan vonis itu dan mengirim kasus itu kembali ke pengadilan.

Politkovskaya, wartawati berusia 54 tahun itu ditembak dari jarak dekat di dada, kepala dan bahu pada 7 Oktober 2006, di Moskow. Pada saat itu, Politkovskaya tengah menyelidiki korupsi di seluruh wilayah Rusia dan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia di Chechnya.

Rusia sudah dua kali terlibat dalam perang separatis di Chechnya, di mana para pemberontak ingin mendirikan negara Islam. Serangan terhadap polisi dan pejabat pemerintah hampir tiap hari terjadi di daerah itu. Beberapa analis mengatakan kekerasan itu adalah akibat penindasan Kremlin terhadap pembangkang.

Politkovskaya adalah pengecam berani Vladimir Putin, yang menjabat sebagai Presiden dalam kedua perang itu.

Juru bicara Novaya Gazeta, Nadezhda Prusenkova, mengatakan menurutnya perencanaan waktu persidangan itu tidaklah kebetulan dan ia khawatir akan keabsahannya.

Dia mengatakan para wartawan khawatir pemerintah ingin mengakhiri pengadilan ini sebelum peringatan ulang tahun kematian Anna Politkovskaya. Menurutnya hal itu tidak benar, baik dari sudut pandang hukum, keadilan dan hati nurani.

Prusenkova mengatakan ia tidak ragu para terdakwa itu terlibat dalam kematian Politkovskaya, tetapi dia percaya siapa pun yang memerintahkan pembunuhan itu tidak akan pernah diadili.

Desember lalu, seorang bekas anggota polisi divonis 11 tahun penjara setelah menyetujui tawar-menawar sehubungan dengan pembunuhan itu. Pendukung Politkovskaya percaya banyak yang masih bisa dilakukan untuk mendapatkan informasi dari polisi itu.

Kremlin secara terus menerus mempertahankan pernyataan telah melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk menyeret pembunuh Politkovskaya ke meja pengadilan.
XS
SM
MD
LG