Tautan-tautan Akses

100 Lebih Anak Perempuan Nigeria Tak Mau Tinggalkan Boko Haram


Para siswi Chibok, Nigeria yang diculik oleh ekstremis Boko Haram (foto: dok).

Para siswi Chibok, Nigeria yang diculik oleh ekstremis Boko Haram (foto: dok).

Seorang pemimpin masyarakat Chibok, Nigeria mengatakan, lebih dari 100 siswi tidak bersedia meninggalkan kelompok ekstremis Boko Haram yang menculik mereka.

Pemerintah Nigeria sedang merundingkan pembebasan 83 siswi lainnya yang diculik 2,5 tahun lalu dari Chibok. Tetapi lebih dari 100an siswi tampaknya tidak bersedia meninggalkan kelompok ekstremis Boko Haram yang menculik mereka, demikian pernyataan seorang pemimpin masyarakat setempat hari Selasa (18/10).

Kantor berita Associated Press mengutip Ketua Asosiasi Pembangunan Chibok Pogu Bitrus sebagai mengatakan siswi-siswi yang tidak mau pulang itu mungkin karena telah diradikalisasi oleh Boko Haram atau malu kembali ke rumah karena telah dipaksa kawin dengan para ekstremis dan kini memiliki anak hasil perkawinan mereka.

Bitrus mengatakan 21 siswi Chibok yang telah dibebaskan pekan lalu pasca perundingan pertama antara pemerintah Nigeria dan Boko Haram seharusnya disekolahkan di luar Nigeria, karena mereka mungkin akan menghadapi stigma di lingkungannya.

Ke-21 siswi itu dipertemukan dengan orang tua mereka hari Minggu (16/10) dan diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Nigeria Muhammadu Buhari hari Selasa (18/10) atau Rabu (19/10). Buhari sedang melakukan kunjungan resmi ke Jerman ketika siswi-siswi itu dibebaskan.

Buhari hari Senin (17/10) mengatakan pemerintahnya siap berunding dengan Boko Haram selama kelompok ekstremis itu setuju untuk melibatkan organisasi-organisasi seperti Komite Palang Merah Internasional, yang ikut menjadi penengah dalam pembebasan pekan lalu.

Sekitar 276 siswi diculik dari sebuah sekolah di Chibok, Nigeria timur laut pada April 2014. Menurut keterangan siswi-sisiwi yang kini dibebaskan, puluhan di antara mereka berhasil melarikan diri pada saat terjadi penculikan, sementara separuh lainnya meninggal dalam penyanderaan.

Semua yang melarikan diri dalam penculikan itu juga telah meninggalkan Chibok karena meskipun hanya berada dalam penyanderaan Boko Haram selama beberapa jam, mereka terlanjur diberi stigma dan diejek sebagai “istri-istri Boko Haram,” ujar Bitrus. Sedikitnya 20 siswi kini menempuh pendidikan di Amerika. [em/al]

XS
SM
MD
LG