Tautan-tautan Akses

Anak-anak Pejabat Tiongkok Kaya Karena Koneksi


Kongres Partai Komunis untuk memilih pemimpin masa depan, yang banyak diantaranya adalah anak-anak pejabat partai. (AP/Ng Han Guan)

Kongres Partai Komunis untuk memilih pemimpin masa depan, yang banyak diantaranya adalah anak-anak pejabat partai. (AP/Ng Han Guan)

Banyak orang yang menjadi kaya raya karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tapi tidak sekaya “Princelings”, atau anak-anak pejabat tinggi partai.

Dengan upacara yang megah, Partai Komunis yang berkuasa di Tiongkok melakukan pertemuan untuk memilih generasi pemimpin berikutnya.

Banyak di antara pria ini merupakan anak-anak dari mantan pejabat tinggi partai. Mereka disebut ‘princelings’ karena mencapai status politik tinggi sebagian besar karena pengaruh keturunan. Dan pada banyak kasus, ujar editor majalah Hu Ping, banyak diantara mereka yang menjadi sangat kaya dalam perjalanannya.

“Mereka memiliki banyak cara untuk menjadi sangat makmur, misalnya dengan memonopoli pasar dan mendapatkan kontrak pemerintah untuk pengadaan barang. Hu Haifeng, putra Presiden Hu Jintao, adalah contoh yang baik untuk kasus ini.

Hu Haifeng suatu kali menjabat sebagai presiden perusahaan Nuctech. Pada akhir 2006, Nuctech memenangkan kontrak pemerintah untuk memasok pemindai untuk mendeteksi cairan peledak ke seluruh bandar udara di Tiongkok.

“Seolah-seolah semuanya tampak legal. Perdagangan lewat orang dalam adalah cara lain untuk mereka menjadi kaya,” ujar Hu Ping.

Sebuah laporan yang dimuat New York Times baru-baru ini mengatakan bahwa para anggota keluarga pemimpin Tiongkok Wen Jiabao telah mengumpulkan kekayaan lebih dari US$2,7 miliar selama menjadi perdana menteri. Kekayaan tersebut disembunyikan di bawah lapisan-lapisan investasi dalam sektor perbankan, asuransi, batu berharga, resor dan telekomunikasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Hong Lei menyebut laporan itu “fitnah.” “Mengingat laporan tersebut menodai reputasi Tiongkok, ada motif tersembunyi di baliknya,” ujar juru bicara tersebut.

Anggota komite partai yang lain juga memiliki kerabat dengan ikatan bisnis yang kuat.

Menantu laki-laki Hu Jintao, yang merupakan mantan CFO di Sina.com, salah satu portal web terbesar di Tiongkok, memiliki kekayaan pada 2003 antara $35 juta dan $60 juta.

Putra anggota komite partai Li Changcun adalah eksekutif senior China Mobile, BUMN telekomunikasi raksasa.

Sebelumnya pada tahun ini juga, Bloomberg News melaporkan bahwa saudara perempuan dan kerabat yang lain dari calon presiden Tiongkok Xi Jinping memiliki total kekayaan lebih dari $100 juta.

Semua kekayaan ini terhimpun meski partai sejak lama memproklamirkan bahwa mereka mewakili kepentingan fundamental dari kelas pekerja di Tiongkok dan sumpah Wen Jiabao untuk memberantas korupsi.

“Terkait anggota yang korupsi, tidak peduli di sektor mana pun dan siapa pun yang terlibat, apa pun posisinya, semua harus dihukum berat sesuai undang-undang,” ujarnya.

Bo Xilai, putra dari sesepuh partai, diharapkan menjadi salah satu anggota komite partai setelah ada perubahan kepemimpinan. Namun ia terlempar dari partai karena tuduhan korupsi, setelah istrinya didakwa membunuh seorang pengusaha Ingris setelah terjadi konflik bisnis. (VOA/Susan Jackson dan Kathy Guofu Feng)
XS
SM
MD
LG