Tautan-tautan Akses

Anak-anak Lintas Agama di Solo: Anak Sebagai Korban, Stop Perang

  • Yudha Satriawan

Anak-anak Solo serukan perdamaian (VOA: Yudha Satriawan)

Anak-anak Solo serukan perdamaian (VOA: Yudha Satriawan)

Banyaknya korban perang di Gaza yang masih berusia anak, membuat anak-anak lintas agama di Solo menggelar aksi solidaritas. Mereka mendesak negara di dunia menghentikan peperangan.

Pensil dan tangan-tangan mungil sekitar 50 anak-anak tampak menari di atas lembaran kertas dengan meja kayu di Gladak Solo, Minggu pagi (20/7). Sebuah gambar mulai tampak dari kertas yang mereka gunakan. Ada simbol bendera Palestina dan Israel berdampingan dengan tulisan damai. Ada juga gambar anak-anak bergandengan tangan dengan simbol bendera berbagai negara di dunia, antara lain Indonesia, Palestina, Israel, Jepang, Amerika Serikat, dan Rusia. Salah seorang muslim siswa SMP 14 Solo, Nufus putri, mengaku sedih melihat kondisi anak-anak di daerah perang, antara lain di Gaza. Nufus berharap peperangan di berbagai dunia segera berakhir damai.

Ungkapan serupa juga dilontarkan anak non muslim, Malita. Siswa SMP 21 Solo tersebut berharap segala peperangan di dunia segera berakhir dan perdamaian bisa terwujud.

Dalam aksinya tersebut selain menggambar dan mewarnai, anak-anak tersebut juga membawa balon bertuliskan PEACE IN GAZA atau perdamaian di Gaza. Mereka kemudian menempelkan hasil gambar dan mewarnai karya mereka ke spanduk aksi.
Aksi anak-anak tersebut tidak sendirian. Mereka didampingi para relawan dari Solo mengajar dan UNICEF. Juru bicara para pendamping anak tersebut, Indro Kusumo, mengatakan sikap empati dan solidaritas pada anak-anak korban perang harus ditanamkan sejak usia dini.
Sebagaimana diketahui, konflik di Jalur Gaza semakin memanas. Jumlah korban tewas mencapai 300an dan sebagian besar adalah anak-anak.
XS
SM
MD
LG