Tautan-tautan Akses

Amnesty Tuduh Uni Eropa Diskriminasi Kaum Gipsi


Seorang anak perempuan di luar karavan dalam kompleks tempat tinggal keluarga Roma atau gipsi di Triel-sur-Seine, dekat Paris, Perancis. (Foto: Dok)

Seorang anak perempuan di luar karavan dalam kompleks tempat tinggal keluarga Roma atau gipsi di Triel-sur-Seine, dekat Paris, Perancis. (Foto: Dok)

Kelompok HAM itu menyatakan dalam beberapa kasus, negara-negara Eropa memicu masalah ketika polisi gagal mencegah atau menyelidiki serangan-serangan.

Amnesty International mengecam Uni Eropa atas apa yang mereka sebut kegagalan untuk menekan tingkat kekerasan, diskriminasi dan intimidasi terhadap komunitas gipsi atau Roma.

Dalam Hari Internasional Roma, Selasa (8/4), Amnesty mengatakan beberapa komunitas Roma di Eropa terus hidup dalam ancaman kekerasan dan serangan yang menyerupai pogrom, atau kerusuhan massal terhadap etnis tertentu.

Kelompok itu mengatakan tanggapan Eropa selama ini sangat tidak layak. Dalam beberapa kasus, menurutnya, negara-negara Eropa telah memicu masalah ketika polisi gagal mencegah atau menyelidiki serangan-serangan.

Amnesty meminta Uni Eropa agar menunjukkan tekad dan dengan sepenuh hati menumpas kekerasan dan diskriminasi anti-gipsi.

Etnik Gipsi adalah bangsa yang mempunyai tradisi mengembara yang diketahui mendirikan perkampungan di dalam dan di pinggir kota-kota besar.

Polisi menuduh mereka melakukan kejahatan, penculikan anak dan mengatakan mereka tidak mau berintegrasi ke dalam masyarakat.

Kaum gipsi mengatakan mereka terus-menerus menghadapi diskriminasi, terutama ketika mereka mencari pekerjaan, pengobatan, dan berusaha masuk sekolah.
XS
SM
MD
LG