Tautan-tautan Akses

Amnesty: Senjata ISIS Umumnya Direbut dari Irak


Militan ISIS membersihkan senjata mereka di Deir el-Zour, Suriah, 16 Juni 2015 (Foto: dok).
Militan ISIS membersihkan senjata mereka di Deir el-Zour, Suriah, 16 Juni 2015 (Foto: dok).

Patrick Wilcken, periset di Amnesti mengatakan, banyak dan beragamnya senjata yang digunakan ISIS menunjukkan betapa perdagangan senjata yang ceroboh memicu kekejian dalam skala besar.

Kelompok HAM Amnesty International mengatakan, senjata-senjata yang digunakan militan Negara Islam (ISIS) untuk melangsungkan serangan keji umumnya diperoleh dari cadangan persenjataan militer Irak -- sebuah fakta yang menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat dalam pengiriman senjata ke kawasan-kawasan tidak stabil.

Amnesty menggunakan sebuah laporan yang dibuat Dinas Riset Senjata yang berbasis di Australia untuk menganalisis tipe-tipe senjata yang digunakan di Irak dan Suriah, dan mendapati bahwa senjata-senjata itu berasal dari sedikitnya 25 negara. Bagian terbesar dari persenjataan itu berasal dari AS, Rusia dan negara-negara bekas Soviet.

Patrick Wilcken, periset di Amnesti mengatakan, banyak dan beragamnya senjata yang digunakan ISIS menunjukkan betapa perdagangan senjata yang ceroboh memicu kekejian dalam skala besar. Menurutnya, buruknya peraturan dan kurangnya pengawasan aliran senjata ke Irak yang besar memberi ISIS dan kelompok-kelompok bersenjata lain akses ke persenjataan militer.

Amnesty, kelompok-kelompok HAM lain, dan PBB menuduh ISIS melakukan berbagai pelanggaran, termasuk pemerkosaan, penyiksaan, penculikan dan pembunuhan. Ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di Suriah timur serta Irak utara dan Barat sejak kelompok itu merebut banyak wilayah pada pertengahan tahun lalu.

Amnesty menyerukan embargo perdagangan senjata yang ketat ke pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok oposisi lain yang terlibat kejahatan perang. Organisasi itu juga mengatakan, negara yang ingin mengimpor senjata perlu berinvestasi dalam pengawasan pra dan pasca pengiriman, serta pelatihan dan pengawasan setelah penjualan. [ab]

XS
SM
MD
LG