Tautan-tautan Akses

Amnesty Salahkan Pemerintah Sudan Selatan atas Kekerasan Bulan Juli


Pasukan PBB melakukan pengamanan kamp pengungsi di Juba, Sudan Selatan setelah kekerasan bulan Juli lalu (foto: dok).

Pasukan PBB melakukan pengamanan kamp pengungsi di Juba, Sudan Selatan setelah kekerasan bulan Juli lalu (foto: dok).

Amnesty International mengatakan pasukan pemerintah di Sudan Selatan sengaja membunuh dan memperkosa warga dalam bentrokan di ibukota Juba Juli lalu.

Sebuah laporan baru dari Amnesty International mengatakan pasukan pemerintah di Sudan Selatan sengaja membunuh dan memperkosa warga sementara pasukan PBB gagal bertindak dalam bentrokan di ibukota negara itu pada bulan Juli.

Lima hari pertempuran antara pasukan yang setia kepada Presiden Salva Kiir dan loyalis wakil presiden ketika itu, Riek Machar, menewaskan sedikitnya 270 orang dan membuat 36.000 melarikan diri dari rumah mereka.

Laporan itu menggambarkan bagaimana pasukan pemerintah menarget orang berdasarkan etnis dan anggapan mengenai loyalitas politik mereka.

“Pasukan pemerintah Sudan Selatan membunuh orang-orang dari kelompok etnis Nuer, memperkosa perempuan dan anak-anak perempuan, dan melakukan kampanye penjarahan besar-besaran,” kata Joanne Mariner, penasihat senior Amnesty untuk penanganan krisis.

Amnesty juga melaporkan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB tidak banyak berbuat untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil. [lt]

XS
SM
MD
LG