Tautan-tautan Akses

Amnesty International: Pelanggaran HAM Maladewa Memburuk


Para pendukung mantan Presiden Maladewa Mohammed Nasheed melakukan unjuk rasa, mengatakan bahwa Nasheed telah digulingkan dari kekuasaan (foto: dok).

Para pendukung mantan Presiden Maladewa Mohammed Nasheed melakukan unjuk rasa, mengatakan bahwa Nasheed telah digulingkan dari kekuasaan (foto: dok).

Amnesty International mendesak masyarakat internasional agar tidak mengabaikan apa yang dikatakannya krisis hak asasi manusia yang memburuk di Maladewa.

Kelompok HAM yang berbasis di London itu merilis sebuah laporan Selasa malam yang mendokumentasikan serangan polisi yang ditujukan pada pendukung oposisi serta para pengamat dalam protes yang digelar sebelumnya tahun ini.

Presiden pertama Maladewa yang terpilih secara demokratis, Mohamed Nasheed, mengundurkan diri pada bulan Februari, memicu demonstrasi dengan kekerasan oleh para pendukungnya yang mengatakan ia digulingkan dari kekuasaan.

Menurut Amnesty International, polisi dan personil militer menggunakan kekuatan yang berlebihan terhadap demonstran damai itu.

Kelompok HAM itu mengatakan kendati ada peralihan kekuasaan presiden, pasukan keamanan terus melakukan pelanggaran HAM, termasuk pemukulan dan penahanan sewenang-wenang. Pelaku pelanggaran itu tidak ada yang didakwa.

Amnesty mengatakan pasukan telah menargetkan menteri, anggota parlemen dan pendukung oposisi Partai Demokrat Maladewa.

Pekan lalu, sebuah komisi internasional menyatakan Presiden Nasheed tidak digulingkan dalam kudeta dan bahwa pengalihan kekuasaan itu sah dan berdasarkan konstitusi.

Republik Maladewa adalah negara mayoritas Muslim yang terdiri dari sekitar 1.200 pulau yang tersebar di Samudera Hindia, sebelah barat daya dari Sri Lanka. Negara ini terkenal dengan resor pantai dan hotel mewah.
XS
SM
MD
LG